BEKASI, KOMPAS.com – Delapan tahun sudah Novi Noviana (39) mengabdikan diri sebagai seorang guru di Kabupaten Bekasi.
Hingga kini, ia masih berstatus sebagai guru honorer, dengan penghasilan yang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan beban kerja dan tanggung jawab yang dipikulnya.
Novi telah menekuni profesi guru sejak sebelum menikah.
Baca juga: Novi, Guru Honorer yang Bertahan 8 Tahun Mengajar dengan Gaji Pokok Rp 850.000
Dalam perjalanannya, ia beberapa kali mencoba keluar dari status honorer dengan mengikuti seleksi yang disediakan pemerintah.
Namun, berbagai kendala membuat upayanya belum membuahkan hasil.
Ia mengaku pernah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) beberapa waktu lalu.
Namun, penempatan di wilayah Papua membuatnya harus mengurungkan niat.
“PPPK kemarin baru daftar, tapi ternyata dimutasi ke daerah Papua. Saya enggak mau, karena kejauhan dan punya anak tiga,” ujar Novi kepada Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, ia juga sempat mengikuti seleksi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahap III. Namun, prosesnya terhenti akibat kendala verifikasi dan validasi (verval) ijazah di laman pendaftaran.
“Saat mau masuk PPG belum terpanggil karena kendalanya di verval ijazah yang masih merah. Dan sekarang belum ada pengajuan diri lagi,” jelas dia.
Status honorer yang disandang Novi bukanlah pengecualian di sekolah tempatnya mengajar. Ia menyebut, setidaknya ada sekitar 10 guru lain yang memiliki status serupa.
Baca juga: Jual-Beli Kursi SPMB SMP, Guru Honorer di Depok Dinonaktifkan
Atur ketat keuangan
Dengan penghasilan sekitar Rp 1,5 juta per bulan, Novi harus pandai mengatur keuangan rumah tangga.
Terlebih, sang suami bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Namun, Novi kini tak lagi mengambil pekerjaan sampingan seperti mengajar les, meski tambahan penghasilan sangat dibutuhkan.
“Sekarang saya pulang mengajar jam 15.00 WIB. Walaupun perlu tambahan uang, tapi kesehatan juga lebih penting ya. Ditambah harus ngurus anak tiga. Jadi kalau untuk pengeluaran cukup enggak cukup aja deh. Karena suami juga kerja serabutan,” tuturnya.