Baznas RI akan bangun 100 hunian tetap bagi penyintas di Agam

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia berencana membangun 100 unit hunian tetap bagi penyintas bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat agar mereka mendapatkan rumah yang layak.

"Kita berkomitmen ikut membantu penanganan pasca-bencana di Kabupaten Agam dengan rencana pembangunan sekitar 100 unit hunian tetap," kata Direktur Pendistribusian Baznas RI Ahmad Fikri di Lubuk Basung, Rabu.

Ia mengatakan Baznas RI menginginkan lokasi pembangunan berada dalam satu kawasan agar dapat dijadikan sebuah perkampungan terpadu yang disebut Kampung Cahaya Zakat.

Baca juga: Agam butuh 1.744 hunian tetap bagi penyintas bencana

Di beberapa daerah terdampak bencana di Sumatera, tahapan pembangunan hunian tetap sudah mulai berjalan.

Bantuan yang diberikan Baznas RI hanya berupa pembangunan fisik rumah, tanpa mencakup fasilitas umum.

"Sekarang kami membahas rencana serupa di Agam. Untuk itu kami ingin mengetahui apakah Pemkab Agam telah menyiapkan lahan atau belum,” katanya.

Ia mengakui keterlibatan Baznas dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen bersama Satuan Tugas Bencana Nasional, dimana Baznas memiliki program sosial keagamaan.

Program itu meliputi kembali ke surau dengan penyaluran bantuan untuk masjid, kembali ke sekolah melalui bantuan bagi pelajar dan satu lagi program kembali ke rumah.

"Program kembali ke rumah inilah yang kita bahas hari ini, yaitu pembangunan hunian tetap," katanya.

Bupati Agam Benni Warlis menyambut baik rencana Baznas RI yang ingin membantu warga terdampak bencana di daerahnya. Namun, harus sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah pusat agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

"Pembangunan hunian tetap harus sesuai standar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," katanya.

Ia menambahkan Pemkab Agam telah menyiapkan beberapa lokasi lahan untuk pembangunan hunian tetap salah satu di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya.

Baca juga: BNPB: Korban banjir Sumatera terima huntap lengkap dengan sertifikat

Baca juga: Pemerintah percepat pembangunan huntara untuk korban bencana di Agam

Namun, ia menekankan pentingnya keberadaan fasilitas umum dalam pembangunan kawasan permukiman.

“Jika yang dibantu hanya bangunan fisik rumah tanpa fasilitas umum, seperti irigasi, jalan dan sarana pendukung lainnya, tentu akan menyulitkan ke depannya,” katanya.

Tahun lalu, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah membangun hunian tetap bagi warga terdampak bencana lahar dingin Gunung Marapi di Agam, lengkap dengan fasilitas umum, sehingga hanya tinggal diserahkan kunci kepada penghuni.

“Fasilitas umum sangat penting dalam membangun permukiman. Untuk itu, kami akan mencoba berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), apakah pembangunan hunian tetap yang dibantu Baznas ini dapat dilanjutkan atau dilengkapi oleh Kementerian PKP,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Respons Kompolnas soal Pedagang Dituding Jual Es Berbahan Spons
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Bangunan Liar di TPU Kebon Nanas Akhirnya Dibongkar
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Istana Ungkap Alasan Prabowo Lantik Anggota DEN: Untuk Capai Swasembada Energi
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Jepang Bisa Bertemu Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026, Kensuke Takahashi: Saya Tidak Tahu Perasaan Saya
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Ancaman Global Meningkat, Doomsday Clock Capai Posisi Terdekat Sepanjang Sejarah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.