Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengganti pekerjaan pasangan suami istri (pasutri) yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) dengan rutinitas merawat anak sakit.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meninjau kediaman Anna Indrawati dan Dwi Wahyudi pasutri yang bekerja sehari-hari sebagai driver ojek online, di Jalan Indrapura.
“Jadi, kemarin itu ketika di Polrestabes Surabaya bersama Pak Kapolres karena sebelumnya ada ojol seorang wanita yang mengajak putrinya. Ketika saya bertemu, saya ngobrol, mau enggak mengubah hidup? Sehingga saya sampaikan, ayo, yang suaminya itu bekerjanya jangan ojol,” bebernya usai kunjungan, Rabu (28/1/2026).
Dwi sudah dibantu pekerjaan padat karya. Kemudian, Anna juga dijanjikan mendapat pelatihan menjahit supaya bisa bekerja dari rumah.
“Saya memberikan waktu 4 bulan untuk dia bisa mengubah hidupnya dengan pendapatan yang sejahtera nanti biar beliau sendiri yang menyampaikan dalam waktu 4 bulan dan menjadi inspirasi warga Kota Surabaya,” paparnya.
Sementara itu, anak yang sakit bawaan lahir akan dipantau oleh RSUD Soewandhie.
“Jadi saya bilang nanti di umur berapa, bisa enggak dioperasi dalam umur berapa? Sehingga dia bisa sehat gitu,” ungkapnya.
Selain Anna dan Dwi, berdasarkan laporan RT setempat, Eri menyebut ada 32 orang miskin di daerah itu yang akan diintervensi dengan program Padat Karya.(lta/rid)



