REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Komunikasi intens dilakukan negara-negara Teluk terkait rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Satu per satu, negara-negara di wilayah menegaskan penolakan atas serangan ke Iran.
Yang terkini, Kementerian Luar Negeri Qatar melaporkan bahwa Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani membahas perkembangan terkini di kawasan itu melalui panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
- Iran Siapkan Kontrol Cerdas Atas Hormuz, Strategi Hadapi Perang?
- Trump: Armada Militer AS Lainnya Sedang Menuju Iran
- Solidaritas Muslim, Saudi Larang Wilayahnya Dipakai Serang Iran
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "Perdana Menteri menegaskan kembali dukungan Negara Qatar terhadap semua upaya yang bertujuan mengurangi eskalasi dan solusi damai, guna meningkatkan keamanan dan stabilitas kawasan."
Menurut pernyataan tersebut, seruan tersebut mencakup peninjauan hubungan kerja sama antara kedua negara dan cara-cara untuk mendukung dan memperkuatnya, diskusi mengenai perkembangan terkini di kawasan, dan sejumlah topik yang menjadi kepentingan bersama.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Pada Selasa malam, surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa Iran dan Amerika Serikat sedang melakukan kontak, yang dimediasi oleh Kesultanan Oman dan Qatar, dengan tujuan mencapai solusi diplomatik terhadap berbagai masalah termasuk masalah nuklir. Belum ada komentar langsung dari pihak-pihak yang terlibat dalam masalah ini.
اتصال هاتفي بين رئيس مجلس الوزراء وزير الخارجية @MBA_AlThani_ ووزير الخارجية الإيراني#الخارجية_القطرية pic.twitter.com/Od0Gvcs5O7
— الخارجية القطرية (MofaQatar_AR) January 28, 2026Aljazirah melaporkan, secara regional, ada kontak intensif dengan Iran dari negara-negara Teluk. Pada Selasa malam terjadi saling kontak antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Arab Saudi melarang penggunaan wilayah udara dan daratnya untuk menyerang Iran. Langkah ini diumumkan setelah sebelumnya Uni Emirat Arab menyatakan hal serupa.
Kantor berita Saudi, SPA melansir, Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udara atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apapun terhadap Iran. Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) juga dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian semalam.
Menurut SPA, pemimpin Saudi menegaskan dukungan kerajaan untuk “menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan”.
Kantor kepresidenan Iran mengatakan Pezeshkian menyatakan apresiasinya atas dukungan negara-negara Muslim terhadap Teheran. Pezeshkian juga mengatakan kepada Pangeran Mohammed bahwa “persatuan dan kohesi” negara-negara Islam dapat menjamin “keamanan, stabilitas, dan perdamaian abadi di kawasan.”




