Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali membuahkan hasil. Pada hari kelima operasi, Rabu (28/1), tim SAR gabungan menemukan dua body pack korban longsor di sektor A2.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan proses pencarian sejak pagi hingga siang hari berlangsung dalam kondisi hujan ringan dengan visibilitas terbatas.
Situasi tersebut membuat kegiatan pencarian dilakukan secara terbatas dan selektif dengan mengutamakan keselamatan personel.
“Berdasarkan asesmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas mahkota longsor, pencarian di sektor A2 dan A3 sempat dihentikan karena berada di jalur rawan longsor,” ujar Ade Dian.
Setelah dilakukan evaluasi keselamatan pukul 13.00 WIB, tim SAR melanjutkan pencarian di sektor A1 dan A2 dengan pengawasan ketat dari safety officer di masing-masing sektor.
Penemuan pertama terjadi pada pukul 11.06 WIB berupa satu body pack di worksite sektor A2. Selanjutnya, satu body pack kembali ditemukan di lokasi yang sama pada pukul 15.46 WIB. Dengan demikian, total penemuan pada hari kelima berjumlah dua body pack, seluruhnya berasal dari sektor A2.
Selain pencarian di lapangan, tim SAR juga melakukan integrasi dan validasi data korban antara Posko SAR Gabungan dan Posko DVI.
Hasil pencocokan menunjukkan adanya selisih tiga body pack yang sebelumnya telah tercatat di DVI namun belum terintegrasi dalam laporan Posko SAR Gabungan. Selisih data tersebut telah diverifikasi dan dimasukkan ke dalam laporan operasi hari ini.
“Hingga pukul 16.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 53 body pack, sementara jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak 27 jiwa,” jelas Ade Dian.
Berdasarkan data tim DVI, hingga Selasa (27/1) pukul 18.30 WIB, sebanyak 37 korban dari 38 body pack telah berhasil diidentifikasi.
Ade Dian menegaskan operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan keselamatan personel, pengendalian risiko bencana susulan, serta akurasi dan transparansi data korban.
“Kami berkomitmen bekerja secara maksimal, profesional, dan humanis untuk menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya.




