Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews – Paris, Prancis
Sejumlah pemain tampil menonjol dan kemudian dikenang sebagai legenda dalam turnamen yang digelar di tengah situasi politik Eropa yang memanas.
Piala Dunia 1938 di Prancis memiliki posisi istimewa dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini bukan hanya edisi ketiga Piala Dunia, tetapi juga menjadi yang terakhir sebelum pecahnya Perang Dunia II.
FIFA dalam artikel World Cup France 1938 menyebut ajang ini sebagai panggung penutup bagi generasi emas sepak bola era sebelum perang.
Sejumlah pemain tampil menonjol dan kemudian dikenang sebagai legenda dalam turnamen yang digelar di tengah situasi politik Eropa yang memanas. Berikut adalah bintang-bintang utama Piala Dunia 1938:
1. Giuseppe Meazza (Italia)
Giuseppe Meazza adalah ikon terbesar Italia pada era 1930-an. Ia menjabat sebagai kapten Italia di Piala Dunia 1938 dan memimpin Gli Azzurri mempertahankan gelar juara dunia.
Meski kondisi fisiknya tidak ideal akibat cedera, Meazza tetap berperan sebagai pemimpin dan pengatur permainan.
Arsip FIFA dan Encyclopaedia Britannica menempatkan Meazza sebagai simbol dominasi sepak bola Italia pada periode tersebut, bukan semata karena gol, tetapi karena pengaruhnya di lapangan.
Giuseppe Meazza juga tampil pada Piala Dunia 1934 ketika Italia menjadi tuan rumah dan meraih juara. Artinya, Meazza ikut berkontribusi membawa Gli Azzurri meraih juara Piala Dunia back-to-back.
2. Silvio Piola (Italia)
Silvio Piola merupakan ujung tombak utama Italia dalam turnamen ini. Ia mencetak gol-gol penting sepanjang Piala Dunia 1938.
Termasuk partai final melawan Hungaria pada 19 Juni 1938 di Stade Olympique de Colombes, Paris, Prancis, yang berakhir dengan kemenangan Italia 4-2.
Piola dikenal memiliki naluri gol luar biasa dan konsistensi tinggi, yang kemudian dibuktikan dengan statusnya sebagai topscorer sepanjang masa Serie A dengan total 274 gol yang ia cetak. Sebuah rekor yang belum terpecahkan selama 70 tahun terakhir.
Francesco Totti pernah mencoba memecahkannya pada era 1990-an hingga 2000-an, namun legenda AS Roma ini "hanya" mampu mencetak total 250 gol di Serie A sepanjang kariernya, menduduki posisi kedua di bawah Piola.
3. Gino Colaussi (Italia)
Nama Gino Colaussi kerap luput dari sorotan besar, namun perannya di final Piala Dunia 1938 sangat menentukan.
Ia mencetak dua gol ke gawang Hungaria dan membantu Italia menang 4-2 dalam pertandingan final. Kontribusi Colaussi di final tercatat jelas dalam arsip statistik resmi turnamen (RSSSF, World Cup 1938 Statistics).
4. Leonidas da Silva (Brasil)
Leonidas da Silva menjadi bintang paling mencuri perhatian di Piala Dunia 1938. Penyerang Brasil ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dengan tujuh gol, menjadikannya pemain paling produktif pada Piala Dunia edisi ketiga ini.
National Football Museum mencatat gaya bermainnya yang atraktif dan inovatif, termasuk tendangan saltonya yang populer, sehingga membuat Leonidas disebut oleh sejumlah sejarawan sebagai bintang global pertama Brasil di Piala Dunia.
5. Gyorgy Sarosi (Hungaria)
Gyorgy Sarosi adalah kapten Timnas Hungaria saat itu dan salah satu pemain paling cerdas secara taktik pada masanya. Ia dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu tampil dalam berbagai posisi.
Kepemimpinan Sarosi membawa Hungaria melaju hingga final dan menjadikan mereka salah satu tim terkuat dalam turnamen tersebut.
6. Zsengeller Gyula (Hungaria)
Zsengeller Gyula berperan sebagai mesin gol Hungaria pada Piala Dunia 1938 di Prancis. Ketajamannya di lini depan membuat Hungaria tampil produktif sepanjang turnamen hingga mencapai partai puncak.
7. Josef Bican (Cekoslowakia)
Josef Bican dikenal luas sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola. Dalam Piala Dunia 1938, Bican tampil di tengah situasi politik yang sulit akibat perubahan geopolitik Eropa.
Meski demikian, kualitas individunya tetap menonjol dan membuatnya dihormati sebagai salah satu striker terbesar era pra-perang (These Football Times; World Soccer Magazine, arsip).
Tanpa Bintang Hindia Belanda
Piala Dunia 1938 juga menorehkan catatan sendiri bagi Indonesia. Dalam ajang inilah "Indonesia" yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, tampil pertama kali dalam sejarah Piala Dunia.
Namun, tidak ada pemain Hindia Belanda yang layak masuk daftar “Bintang Piala Dunia 1938”, alasannya bukan soal kualitas semata, melainkan konteks sejarah dan fakta turnamen.
Hindia Belanda memang tampil di Piala Dunia 1938, menjadi tim Asia pertama yang lolos ke Piala Dunia, tapi hanya memainkan satu pertandingan.Mereka langsung tersingkir setelah kalah 0–6 dari Hungaria di babak pertama (format gugur langsung).
Dengan kondisi itu, tidak ada pemain Hindia Belanda yang tampil cukup menonjol secara individual untuk disejajarkan dengan Meazza, Piola, Leonidas, atau Sarosi.
Beberapa nama memang tercatat dalam sejarah, namun lebih sebagai pionir, bukan bintang turnamen seperti Achmad Nawir (Kapten Hindia Belanda) dan Tan Hian Goan.
Editor: Kunta Bayu Waskita




