VIVA – Jumlah korban tewas akibat badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat pada 23–26 Januari 2026 terus bertambah, dipicu oleh hembusan udara kutub ekstrem yang menyelimuti sebagian besar wilayah negara itu. Kondisi tersebut terjadi saat banyak warga masih bersiap menghadapi potensi badai lanjutan.
Hingga malam 27 Januari 2026, sedikitnya 62 kematian telah dilaporkan secara nasional. Para pejabat menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kematian dalam sejumlah kasus.
Di Fannin County, timur laut Texas, sebuah komunitas diliputi duka setelah tiga bersaudara berusia 6, 8, dan 9 tahun meninggal dunia pada 26 Januari 2026. Sheriff Cody Shook mengonfirmasi kepada USA Today bahwa ketiganya jatuh ke dalam kolam yang membeku.
Menurut laporan CBS News, keluarga tersebut sedang bermain di luar rumah ketika anak bungsu terjatuh ke es, lalu kedua kakaknya berusaha menolong sebelum sang ibu bergegas menghampiri mereka.
Di Indiana, seorang pria yang identitasnya tidak diungkapkan meninggal dunia setelah berulang kali menyekop salju di jalan masuk rumahnya pada 25 Januari 2026. Koroner Adams County, Francis Dutrow, mengatakan pria tersebut menyekop salju tiga hingga empat kali sebelum akhirnya kembali ke rumah, pingsan, dan mengalami serangan jantung.
"Badai itu mengerikan," kata Dutrow pada 27 Januari. "Suhu di sini sekitar 15 derajat dan tidak ada tanda-tanda akan mereda."
Selain itu, setidaknya dua perempuan dilaporkan meninggal akibat kebakaran rumah, sebuah kejadian yang menurut Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional cenderung meningkat tajam selama musim dingin.
Di Carolina Selatan, Departemen Kesehatan Masyarakat setempat melaporkan seorang perempuan berusia 96 tahun yang menderita demensia ditemukan pingsan di luar rumahnya sesaat setelah tengah malam pada 26 Januari.
Ia diduga meninggal akibat hipotermia. Perempuan tersebut termasuk di antara lebih dari dua lusin korban yang kematiannya diyakini berkaitan dengan paparan cuaca dingin ekstrem.
Jumlah Korban Jiwa Menurut Negara BagianHingga akhir 27 Januari, New York mencatat jumlah kematian tertinggi, dengan total 11 korban, termasuk 10 orang yang ditemukan meninggal di luar ruangan.
9: Indiana
8: Louisiana, Tennessee, Texas
4: Mississippi, Pennsylvania
2: Arkansas, Massachusetts
1: Kansas, Kentucky, Michigan, New Jersey, Ohio, Carolina Selatan



