Komnas PA Jakarta: Perlu Edukasi Perbedaan Antara Kejahatan dan Kenakalan Anak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Komnas Perlindungan Anak (PA) Jakarta menanggapi kasus pelecehan anak yang marak terjadi belakangan ini.

Komnas PA Jakarta menyatakan perlu ada edukasi kepada orang tua untuk membedakan kenakalan dengan kejahatan terhadap anak.

"Karena saat ini, yang harus kita edukasi adalah orang tua itu belum bisa mengartikan mana yang namanya kenakalan, mana yang namanya kejahatan. Nah, itu yang harus orang tua tahu, bahwa ada yang namanya kenakalan, ada yang namanya kejahatan," kata Wakil Ketua Komnas PA Jakarta Hagistio Pradika kepada wartawan di Jakarta Timur, Rabu (28/1).

Ia menambahkan, perbedaan kedua kategori ini juga harus dipahami oleh anak. "Dan itu harus benar-benar bisa diedukasikan kepada anak-anak," tambahnya.

Hagistio mengatakan, kategori kejahatan yang dimaksud memiliki karakteristik berbau dewasa. Menurutnya hal itu mulai dapat terlihat dari segi bahasa yang digunakan anak dan berada di ruang publik.

"Karena bahasanya itu bukan bahasa kenakalan lagi, bahasanya sudah bahasa dewasa. Apalagi ketika itu dilakukan di ruang publik, itu yang menjadi persoalan yang cukup signifikan dan menjadikan penilaian terhadap suatu perbuatan," ujarnya.

Selain itu, Tio juga mengimbau agar orang tua memberikan edukasi kepada anak untuk tidak menerima uang cuma-cuma dari orang asing. Apalagi mengarah pada ajakan yang berbahaya.

"Kita harus bisa mengedukasi ke anak bahwa ketika ada orang yang memberikan uang cuma-cuma ya, apalagi itu nominalnya besar gitu kan, dan itu harus diwaspadai. Gitu lho. Karena dengan dia memberikan uang itu, pasti ada timbal baliknya. Nah itu yang harus kita edukasi ke anak, gitu. Jangan sampai itu terjadi kepada anak-anak di luaran sana," tuturnya.

Komnas PA Jakarta menekankan upaya edukasi harus dilakukan hingga anak sadar atas apa yang dilakukannya. Menurut Komnas PA Jakarta, hal ini harus difokuskan kepada ruang-ruang digital yang digunakan oleh anak.

"Nah ini, kembali saya juga melengkapi dari Mas Tio tadi, agar perlu adanya satu edukasi lebih lagi terkait dengan penggunaan ruang-ruang digital. Yang mana kita harus sadari bahwa itu adalah ruang publik, semua orang bisa mengakses itu, apalagi sesuatu yang bisa diakses oleh lebih dari segelintir orang," kata Tenaga Ahli Komnas Perlindungan Anak Jakarta, Abilio.

Komnas PA menjelasjan, ruang publik terkhusus sekolah harus menjadi tempat aman bagi anak. Sebagai bentuk pencegahan agar anak tidak mengalami kekerasan seksual baik sebagai pelaku maupun korban.

"Justru sekarang kebanyakan sekolah menjadi tempat sarang seseorang anak menderita satu depresi atau bahkan mengalami satu tekanan mental yang luar biasa sehingga berujung kematian seperti yang tadi disinggung. Hal-hal ini yang kita sama-sama kampanyekan, bahwa sekolah harus menjadi ruang yang nyaman untuk kita semua," kata Abilio.

Komnas PA menerangkan akhlak anak-anak pun harus dikembalikan dan dibangun. Hal ini demi menjaga masa depan anak-anak.

"Mengembalikan anak-anak ke akhlaknya, membangun akhlak mereka, itu yang terutama. Dan di sini kita memang tidak patut lagi menilai apakah ini sebatas pelanggaran atau kejahatan, namun yang paling terutama kita membicarakan masa depan anak," ujar Abilio.

Komnas PA meminta agar masyarakat tidak takut melapor bila mengalami kekerasan. Komnas PA Jakarta mengaku terbuka bagi seluruh anak di Indonesia yang mengalami bentuk kekerasan apa pun untuk melapor.

"Jadi untuk seluruh masyarakat khususnya di Jakarta, jangan takut untuk melapor ketika memang anak kalian itu mengalami kekerasan, hal-hal yang memang tidak pantas ada pada anak-anak. Silakan untuk menghubungi kami. Kami, Komnas Anak Provinsi DKI Jakarta selalu ada untuk anak Indonesia," pungkas Hagistio.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Akses Warga Serpong dan Sekitarnya Kini Jadi Lebih Mudah
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Pemerintah Luncurkan Logo Perayaan Imlek 2026: Harmoni Imlek Nusantara
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Angkat Bicara soal Peluang Minta Keterangan Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
BSSN Tegaskan Komitmen Jaga Kedaulatan Siber Nasional di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
• 9 menit lalupantau.com
thumb
Sunghoon ENHYPEN Jadi Pembawa Obor Olimpiade 2026
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.