Osaka Steel Hengkang dari RI, Tutup Perusahaan Patungan dengan KRAS

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Osaka Steel Co., Ltd. memutuskan untuk menghentikan operasi anak perusahaan terkonsolidasinya di Indonesia, PT Krakatau Osaka Steel.

Krakatau Osaka Steel (KOS) merupakan perusahaan patungan Osaka Steel dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) yang beroperasi komersial sejak 2017. Mayoritas atau 86% saham KOS dimiliki oleh Osaka, sedangkan 14% sisanya digenggam Krakatau Steel.

KOS memasok baja profil kecil hingga menengah serta baja tulangan, terutama ke pasar Indonesia.

Melalui pengumuman resminya, dikutip Kamis (28/1/2026), Osaka Steel menyatakan bahwa penghentian operasi dilakukan lantaran KOS terus mengalami kerugian sejak 2022, meski sempat mencatatkan laba pada 2021.

Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang secara signifikan mengurangi anggaran infrastruktur pada awal 2025. Efisiensi anggaran pemerintah menyebabkan permintaan baja turun tajam.

"Akibatnya, volume penjualan mengalami penurunan signifikan dan di tengah meningkatnya persaingan, margin keuntungan pun menyusut. Kondisi ini menyebabkan FCF [free cash flow] struktural terus berada pada posisi negatif sehingga kami melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kelangsungan usaha KOS," ujar Direktur Utama dan Presiden Osaka Steel Junichi Tani dalam pengumuman resmi.

Baca Juga

  • Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan yang Adil di Industri Baja
  • Krakatau Steel (KRAS) Pasok Pipa Baja Proyek Gas Dumai
  • Danantara Alihkan 154,77 Juta Saham Krakatau Steel (KRAS) ke BP BUMN

Tani mengatakan, sulit bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang stabil melalui kelanjutan usaha KOS. Oleh karena itu, Osaka Steel telah memutuskan untuk menarik diri dari bisnis di Indonesia dan menghentikan kegiatan usaha KOS.

Terkait detail skema dan jadwal penarikan diri dari bisnis di Indonesia masih akan dibahas lebih lanjut dengan mitra usaha patungan, Krakatau Steel.

Adapun, penghentian produksi KOS direncanakan pada 30 April 2026. Sementara itu, penghentian kegiatan usaha seiring berakhirnya pengiriman produk direncanakan pada 30 Juni 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bos BI Ungkap Tiga Kunci Dorong Ekonomi Indonesia
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sophia Latjuba Awet Muda, Tips Menjaga Wajah Bebas Kerutan
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Sempat Kambuh, Chrissy Teigen Tegaskan Kembali Jalani Hidup Tanpa Alkohol
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jatim Park 1 di Kota Batu, Banyak Wahana Seru dan Edukatif
• 27 menit lalugenpi.co
thumb
Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu Tak Beroperasi Sementara Imbas Terkendala Cuaca
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.