Produk Tembakau Alternatif, Solusi untuk Mengurangi Kebiasaan Merokok

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam studi Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants mencatat kadar formaldehida pada emisi rokok elektronik atau vape sekitar sepuluh kali lebih rendah dibanding rokok yang dibakar.

Selain itu, kadar akrolein tercatat 115 kali lebih rendah dan benzena hingga 6 ribu kali lebih rendah.

BACA JUGA: Penambahan Layer Cukai Tembakau Harus Dirancang Secara Hati-hati, Jangan Jadi Bumerang!

Hal ini memperkuat klaim terkait produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dinilai dapat menjadi salah satu opsi pengurangan risiko (harm reduction) akibat merokok yang realistis.

Produk tembakau alternatif memungkinkan perokok dewasa tetap mendapatkan nikotin tanpa melalui proses pembakaran. 

BACA JUGA: Kecelakaan Gegara Puntung Rokok, Mahasiswa Uji Pasal UU LLAJ

Pembakaran yang menghasilkan asap pada rokok merupakan sumber utama paparan zat berbahaya dan beracun.

Peneliti BRIN, Prof. Bambang Prasetya mengatakan penelitian yang dilakukan oleh BRIN merupakan langkah awal dalam upaya memetakan ekosistem komoditas tembakau dan turunannya, termasuk produk inovatif seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan. 

BACA JUGA: Tiongkok Larang Gagang Pintu Elektrik pada Mobil Mulai 2027, Ini Alasannya

Selama ini, ekosistem tersebut dinilai masih belum terpetakan secara komprehensif, terutama dari sisi ilmiah yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan publik.

“Selama ini kita belum memiliki landasan kajian yang cukup untuk menyusun naskah akademik atau kebijakan yang tepat. Karena itu kami hadir untuk mulai membangun fondasi pengetahuan tersebut,” ujarnya, dikutip JPNN.com Rabu (28/1).

Di sisi lain, dia menilai mekanisme pengaturan yang ideal harus mengedepankan asas keadilan dengan mempertimbangkan dua sisi, keamanan masyarakat dan keberlangsungan kehidupan sosial-ekonomi yang bergantung pada sektor tembakau.

Dia juga menegaskan regulasi yang baik seharusnya disusun berdasarkan bukti ilmiah dan prinsip good regulatory practice yang berbasis risiko.

“Negara hadir untuk menjamin keselamatan masyarakat, tetapi juga harus adil terhadap mereka yang hidup dari industri ini. Karena itu, kebijakan perlu ditopang kajian ilmiah, disusun dalam naskah akademik, lalu dikomunikasikan ke publik sebelum ditetapkan sebagai regulasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan menilai hasil riset ini penting sebagai pembanding risiko bagi konsumen dewasa agar dapat membuat keputusan berbasis fakta dalam memilih. 

“Artinya, bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti, data itu memperkuat alasan bahwa beralih penuh dari rokok bakar ke rokok elektronik berpotensi menurunkan paparan zat berbahaya dari pembakaran, sehingga konsumen punya dasar ilmiah untuk mengambil keputusan yang lebih rasional,” ungkapnya.

Paido menambahkan peralihan ke produk tembakau alternatif dapat dipandang sebagai jalan tengah dalam kerangka harm reduction untuk memutus sumber bahaya terbesar yakni proses pembakaran.

Lebih lanjut, menurutnya, dukungan pemerintah memegang peran kunci dalam mendorong peralihan perokok dewasa ke produk tembakau alternatif. 

Dukungan tersebut dibutuhkan antara lain melalui penyusunan kebijakan yang proporsional dan jelas berbasis kajian ilmiah, termasuk pembedaan tegas antara kanal legal dan ilegal, penegakan perlindungan anak dan remaja, serta memastikan produk yang beredar melalui jalur legal dapat diawasi secara ketat.

“Kerangka Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sudah menempatkan rokok elektronik dalam rezim pengamanan zat adiktif, namun tantangannya adalah implementasi yang konsisten dan berbasis risiko, agar konsumen tidak terdorong ke pasar gelap,” tutur Paido.(mcr8/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelaku Industri Dukung Upaya Pemberantasan Rokok Elektronik Ilegal


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sultra ekspor perdana 15 ton ubur-ubur dari Baubau ke China
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Alhamdulillah, Mas Hogi Dapat Keadilan: DPR Minta Kasus Kejar Jambret Jadi Tersangka Dihentikan!
• 19 jam laludisway.id
thumb
Ketua DPRD DKI Minta 13 Sungai Jakarta Dikeruk hingga 5 Meter untuk Halau Banjir
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Bedong Bisa Luruskan Kaki Bayi? Dokter Ortopedi: Itu Mitos!
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ariana Grande Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Tren Oversized
• 4 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.