Bedong Bisa Luruskan Kaki Bayi? Dokter Ortopedi: Itu Mitos!

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Anggapan masyarakat mengenai manfaat membedong bayi untuk meluruskan kaki agar tidak berbentuk O atau X dipastikan hanya mitos. Dokter spesialis ortopedi subspesialis ortopedi anak memperingatkan bahwa tindakan membedong yang terlalu rapat justru berisiko tinggi menimbulkan kerusakan pada area panggul bayi.

“Jelas saya mengatakan itu mitos. Justru kita agak peduli bahwa studi-studi menyebut ternyata dengan membedong yang terlalu rapat, justru akan berpengaruh ke panggulnya,” kata dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K) di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.
 

Baca Juga :

Waspada Efek Fatal Gas N2O, Bisa Picu Gangguan Saraf dan Kelumpuhan

Dokter Aulia menjelaskan, kondisi kaki berbentuk O (genu varum) atau X (genu valgum) pada bayi baru lahir sebenarnya merupakan hal normal yang dapat membaik secara alami seiring bertambahnya usia. Penggunaan bedong yang terlalu kencang justru berbahaya karena dapat memaksa bonggol panggul bergerak ke arah luar, yang berdampak pada keterbatasan gerak anak di masa depan.

“Tapi kalau dibiarin terus, ya tadi, pola jalan juga berubah karena kan ada beda panjang kakinya,” ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah tersebut.

Ia menekankan, jika orang tua tetap ingin membedong bayi, pastikan ikatan tidak terlalu kuat dan memberikan ruang agar kaki bayi tetap bisa bergerak dengan nyaman. Selain masalah bedong, Aulia juga menyoroti kebiasaan anak duduk dalam posisi menyerupai huruf W yang kerap diabaikan orang tua.


Dokter spesialis ortopedi subspesialis ortopedi anak lulusan Universitas Indonesia Dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K) dalam temu media di Jakarta. Foto: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

“Ketika anak di posisinya W itu kan dia mutar ke dalam. Sehingga dia merangsang tulangnya itu dalam posisi 30 derajat tadi. Yang terjadi adalah ketika dia terlalu besar intervensinya, supaya dia nyaman, dia akan memutar kakinya ke dalam," jelasnya.

Kebiasaan duduk posisi W tersebut dapat memicu gangguan jalan yang disebut intoeing atau kaki berjalan ke arah dalam. Sebagai solusi, orang tua diimbau untuk membiasakan anak duduk bersila atau menggunakan kursi guna menjaga pertumbuhan sudut panggul yang ideal.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Negeri yang tak Ramah Kritik
• 13 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Liga Champions: 5 Wakil Inggris Otomatis Lolos 16 Besar, PSG & Madrid ke Playoff
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Alex Honnold Menaiki Gedung Setinggi 508 Meter tanpa Pengaman
• 13 menit lalurealita.co
thumb
Jika Usulan Usia Pensiun 75 Tahun Disetujui DPR, Ini Permintaan Komisi Yudisial kepada Hakim
• 12 jam laludisway.id
thumb
BTN (BBTN) Bidik 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.