Ramai-Ramai Timur Tengah Tolak Wilayahnya Dipakai AS Buat Serang Iran

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Iran tengah dibayangi serangan oleh Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang pendukung lainnya ke Timur Tengah, mendekati Iran.

“Kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali telah memasuki wilayah Timur Tengah, yang berada di bawah Komando Pusat militer AS,” kata para pejabat AS kepada Reuters, Senin (26/1).

Sebelumnya, pada Kamis pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut armada negaranya sudah bergerak menuju Iran. Namun, Trump berharap armada tersebut tak perlu digunakan.

Kapal perang AS dari kawasan Asia-Pasifik sebenarnya telah bergerak ke sekitar Iran sejak awal 2026. Pada saat yang sama, Iran tengah menghadapi demonstrasi besar yang menentang kekuasaan Republik Islam.

Trump kemudian berulang kali menyebut AS akan mengintervensi Iran jika ada demonstran yang terbunuh. Sejumlah lembaga independen melaporkan jumlah demonstran yang tewas akibat unjuk rasa di Iran mencapai ribuan orang.

Iran Beri Peringatan

Garda Revolusi Iran memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga untuk tidak membantu militer Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran.

"Negara-negara tetangga adalah teman kita, tetapi jika tanah, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap sebagai musuh," kata wakil politik pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh dikutip dari AFP, Rabu (28/1).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (27/1) memperingatkan bahwa ancaman AS terhadap Iran hanya akan menyebabkan ketidakstabilan. Dalam percakapan di telepon dengan Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ia menyampaikan kecaman terkait ancaman AS itu.

"Ancaman dan operasi psikologis Amerika bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan dan tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan," kata Pezeshkian kepada MBS.

Menurutnya persatuan negara-negara Islam yang dapat menjamin keamanan, stabilitas, dan perdamaian langgeng di kawasan tersebut.

UEA dan Saudi Tolak Wilayahnya Dipakai Serang Iran

Uni Emirat Arab dan Arab Saudi kompak menolak wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, UEA menegaskan tidak akan memfasilitasi serangan maupun memberikan dukungan logistik, seraya menyerukan langkah de-eskalasi dan diplomasi demi stabilitas kawasan.

“Kemlu menegaskan kembali komitmen Uni Emirat Arab untuk tidak mengizinkan wilayah udara, wilayah darat, maupun perairannya digunakan dalam tindakan militer apa pun yang bersifat memusuhi Iran, serta tidak memberikan dukungan logistik apa pun dalam hal ini,” ujar Kemlu UEA dalam pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial, Selasa (27/1).

“Kemlu menegaskan kembali keyakinan UEA bahwa dialog, de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan fondasi paling efektif untuk mengatasi krisis saat ini, sekaligus menggarisbawahi pendekatan UEA dalam menyelesaikan perselisihan melalui sarana diplomatik,” paparnya.

AS sendiri menempatkan militernya di Pangkalan Udara Al Dhafra di selatan Abu Dhabi, UEA. Pangkalan tersebut menjadi pusat operasi AS dalam misi melawan ISIS serta pemantauan kawasan Timur Tengah.

Sementara sikap Arab Saudi ditegaskan oleh Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Ia menyampaikan hal itu usai berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui telepon.

Dikutip dari The Saudi Press Agency (SPA), MBS memastikan Saudi menghormati kedaulatan Iran.

"Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya," demikian keterangan tersebut dikutip, Rabu (28/1).

MBS mendukung upaya penyelesaian masalah lewat jalur dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Madiun, Duit Puluhan Juta Rupiah Diamankan
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Membedah Tanggung Jawab Hukum AI sebagai Subjek Hukum Mandiri
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
6 Prinsip Penataan Kepemimpinan NU Versi Gus Salam
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Di Bawah Naungan Agen Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha, Gervane Kastaneer Lebih Memilih Terengganu FC
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Ketua DPRD DKI tak Mau Gegabah Desak Jakarta Lepas Saham Bir
• 21 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.