Foto: Amerika Membeku, Darurat Akibat Badai Salju Ekstrem

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pemandangan cakrawala di Midtown Manhattan, Kota New York terlihat berbeda. Sejauh mata memandang, tampak sungai membeku, penuh es mengapung di Sungai Hudson pada Rabu (28/1).

Hal itu disebabkan oleh badai musim dingin yang dahsyat, dengan guyuran salju dan hujan es yang membentang dari New Mexico sampai North Carolina akhir pekan lalu.

Pemandangan kota New York yang ikonik hampir tidak dapat dikenali lagi, karena Sungai Hudson membeku dan mengubah pemandangan cakrawala yang hampir menyerupai Arktik.

Peristiwa cuaca ekstrem ini berdampak pada 235 juta warga Amerika di seluruh negeri, dengan pemadaman listrik, kekacauan transportasi, dan cuaca dingin yang menusuk tulang.

Pembekuan yang mengancam jiwa mencengkeram sebagian besar wilayah Amerika Serikat setelah badai dahsyat menyebabkan setidaknya 38 kematian dari Deep South hingga Timur Laut, memutus aliran listrik bagi ratusan ribu orang dan menyebabkan kekacauan perjalanan udara.

Wali kota New York Zohran Mamdani mengatakan kepada wartawan, "tidak ada pengingat yang lebih kuat tentang bahaya cuaca dingin ekstrem" setelah mengkonfirmasi beberapa kematian yang disebabkan oleh peristiwa cuaca ekstrem tersebut.

Es menyelimuti garis pantai Manhattan setelah "Big Apple*" menerima hingga 30 cm salju, yang melanda lebih dari 30 negara bagian.

Gubernur New York, Kathy Hochul, mengumumkan keadaan darurat, dan pihak berwenang mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari perjalanan.

Puluhan ribu penerbangan dibatalkan di seluruh Amerika karena jutaan orang di seluruh negeri menghadapi kondisi cuaca yang sangat dingin. Suhu dingin yang diperkirakan mencapai -45°C. Suhu serendah itu dapat menyebabkan radang dingin* dalam hitungan menit.

Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika (NWS) mengatakan bahawa salju dan hujan es akan tetap ada hingga awal Februari.

“Dampaknya akan berlanjut hingga minggu depan dengan beberapa kali pembekuan ulang yang membuat permukaan tetap licin dan berbahaya untuk dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dalam waktu yang tidak dapat diprediksi,” kata Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika (NWS).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPR Minta Kasus Jambret Sleman Dihentikan, Tolak Diselesaikan lewat Keadilan Restoratif
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Viral Kena Tegur Jurnalis Inggris, Paspampres Buka Suara
• 22 jam laludetik.com
thumb
Nusron Lapor Prabowo 554 Ribu Hektare Sawah Berubah Jadi Perumahan-Industri
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag Tetapkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pramono Anung Lanjutkan Normalisasi Ciliwung, Pembebasan 133 Tanah Dikebut
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.