Banjir Kembali Picu Macet Horor di Daan Mogot, Warga: Pemerintah Tak Belajar!

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengendara mengeluhkan kemacetan akibat banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang kembali terjadi.

Mereka menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum belajar dari pengalaman sebelumnya dalam mengantisipasi banjir dan dampak kemacetan yang merugikan warga.

Baca juga: Lalu Lintas Daan Mogot Lumpuh akibat Banjir, Sopir Truk Sampai Matikan Mesin

David (40), sopir truk yang berjam-jam terjebak kemacetan di Daan Mogot pada Kamis (29/1/2026), menilai persoalan banjir dan macet di kawasan tersebut terus terjadi tanpa solusi nyata.

"Bingung lah kami ini, juga kemarin juga begini kan. Kayak enggak belajar gitu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis.

Baca juga: Banjir Lumpuhkan Jalan Daan Mogot, Pengendara Terjebak Macet Berjam-jam

David menilai banjir dan kemacetan membuat masyarakat merugi, termasuk dirinya karena jadwal bongkar muat menjadi tertunda hingga malam hari.

"Kalau telat siapa yang rugi," ujarnya.

Ia bahkan memilih mematikan mesin kendaraannya untuk menghemat bahan bakar di tengah kemacetan panjang.

David mengatakan dirinya harus menempuh perjalanan jauh menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara melalui Jalan Tubagus Angke.

"Mau ke Priok, tapi harus lewat Angke. Jadi lewat sini dulu. Matiin aja lah biar enggak boros, enggak gerak juga," ucap David.

Keluhan serupa disampaikan Wildan (35), sopir mobil boks yang mengaku telah terjebak macet selama hampir tiga jam di Jalan Daan Mogot.

"Saya berangkat dari Peta Selatan Kalideres tadi jam tujuh lewat. Sampai sekarang masih kejebak," ucap Wildan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.

Wildan mengaku kendaraannya hanya mampu bergerak sekitar 200 meter dalam waktu satu jam.

Ia juga tidak dapat mencari jalur alternatif karena tidak ada ruang untuk memutar balik kendaraannya menuju arah Cengkareng.

Di sisi lain, arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot memang lumpuh akibat banjir yang merendam sejumlah titik sejak pagi hari.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, kendaraan terjebak kemacetan panjang selama berjam-jam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi XI Dukung Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Metro Minta Maaf soal Penjual Es Gabus Dituding Pakai Spons, Tegaskan Tak Hambat UMKM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Bima, Terasa Hingga Sumbawa
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Bareskrim Periksa 46 Saksi Terkait Kasus PT Dana Syariah Indonesia
• 20 jam lalukompas.com
thumb
PUI: Polri di Bawah Presiden Bagian dari Konsensus Reformasi
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.