“Belajar di Lantai, Tapi Mimpi Harus Setinggi Langit” Kisah Ibu Inspiratif PNM

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Hikayati, seorang perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar yang juga berperan sebagai guru MDTA yang setiap hari mengajar dengan penuh keikhlasan.

“Belajar di Lantai, Tapi Mimpi Harus Setinggi Langit” Kisah Ibu Inspiratif PNM. (Foto: Doc PNM)

IDXChannel – Memasuki era digitalisasi dimana kita bisa mendapatkan informasi dari sumber apapun di internet, peran guru tetap menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan. Karena bukan hanya menyampaikan pengetahuan, guru juga membentuk karakter, nilai, dan arah berpikir yang tak bisa digantikan oleh teknologi. Dari ruang belajar sederhana, nilai semangat, kesederhanaan dan kebermanfaatan terus ditanamkan kepada anak-anak. Nilai-nilai inilah yang juga sejalan dengan semangat pemberdayaan yang dihadirkan PNM, bahwa perubahan besar kerap tumbuh dari ketulusan langkah-langkah kecil yang konsisten dijaga.

Salah satu certia dari lapangan yang menarik datang dari Serang, Banten. Hikayati, seorang perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar yang juga berperan sebagai guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) yang setiap hari mengajar dengan penuh keikhlasan. Di ruang belajar yang masih sangat sederhana, hanya beralaskan lantai, ia tetap menyalakan semangat belajar bagi murid-muridnya. Baginya, kebahagiaan bukan diukur dari materi, melainkan saat melihat anak-anak didiknya mampu membaca, menulis, dan menghafal doa-doa. “Kami memang belajar di lantai, tapi saya selalu bilang ke anak-anak, mimpi kita harus setinggi langit,” tutur Hikayati.

Baca Juga:
Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan

Di balik perannya sebagai pendidik, Ibu Hikayati juga mengembangkan usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga. Dukungan tersebut membuatnya dapat tetap mengajar dengan tenang tanpa harus meninggalkan panggilan hatinya sebagai guru. Pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menjadi kekuatan yang membantunya menjaga keseimbangan antara pengabdian dan kemandirian ekonomi.

Baca Juga:
PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM Perkuat UMKM

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyampaikan, “Kisah Ibu Hikayati menunjukkan bahwa saat seorang perempuan diberi akses untuk berdaya, ia tetap bisa mengabdi sambil menguatkan keluarganya. Kami percaya, ketika seorang ibu tumbuh, dampaknya terasa sampai ke anak-anak yang ia didik dan masa depan yang sedang mereka siapkan.” 

Kisah ini menegaskan bahwa peran guru dan ketangguhan ibu adalah dua kekuatan yang saling menguatkan dalam membangun masa depan. Dari ruang belajar sederhana dan langkah usaha kecil yang dijalankan dengan tekun, lahir generasi yang berilmu sekaligus keluarga yang lebih berdaya. Guru menanamkan nilai dan harapan, sementara ibu tangguh membuktikan bahwa pengabdian dan kemandirian bisa berjalan beriringan, menjadi cahaya yang pelan tapi pasti menerangi lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:
PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Suami Bela Istri dari Jambret Jadi Tersangka, Komisi III Kritisi Sikap Kapolresta dan Kajari
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
6 Prinsip Penataan Kepemimpinan NU Versi Gus Salam
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus e-Tilang Palsu Catut Kejaksaan Dibongkar, Bareskrim Sita Komputer-SIM Box
• 21 jam laludetik.com
thumb
Proof of Solvency: Standar Mutlak Keamanan Bursa Kripto pada 2026
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pulihkan Trauma Anak Korban Longsor Cisarua, Relawan Gelar Trauma Healing di Pengungsian
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.