Pandu Ingatkan Regulator Agar IHSG Lebih Sehat: yang Dilakukan MSCI Sudah Tepat

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengingatkan regulator pasar modal agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa lebih sehat. Menurutnya, apa yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kebijakan penghitungan free float saham sudah Indonesia tepat.

"Ini bagus dari MSCI, ini kan sebenarnya mungkin biar background teman-teman tahu, ini sudah 3-4 bulan isu ini. Saya sendiri sudah bertemu dengan direksi MSCI, jadi masukan-masukannya menurut saya sangat clear," kata Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/1).

"At the end regulator harus bisa bertindak," tambahnya.

Pandu menjelaskan, peran pasar modal bagi investor sangatlah penting. Sehingga, ia memastikan agar IHSG bisa dikelola secara lebih sehat.

"Kami ingin capital market yang lebih dalam, ini sudah kami sampaikan secara eksplisit. Kami ingin pasar modal yang lebih sehat dan lebih baik, ini juga sudah sangat eksplisit," jelasnya.

Dia melanjutkan, apa yang dilakukan MSCI sudah tepat. Sehingga kondisi IHSG yang rontoh lebih dari 8 persen selama dua hari beruntun ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari regulator pasar modal, baik Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Karena saya rasa informasinya sudah pas dan you cannot blame anyone. Menurut saya what MSCI did, pas, tepat. Saya serahkan balik ke regulator," jelas Pandu.

"Ya kami serahkan balik, marketnya bisa bereaksi. Sudah bereaksi kok. Jadi saya rasa ya it's, you know, we just have to be able to communicate. Salah satu hal yang mungkin baik adalah untuk regulator berkomunikasi kepada stakeholder.," tambahnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan saham siang ini, Kamis (29/1). IHSG sesi I ditutup turun 5,91 persen ke 7.828,47.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan trading halt karena IHSG anjlok 8 persen tak lama setelah pembukaan perdagangan pagi ini.

Sementara indeks LQ45 ditutup turun 5,21 persen ke 770,205. Sebanyak 65 saham naik, 720 saham turun, dan 22 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 2,55 juta kali dengan total volume perdagangan sebanyak 42,9 miliar saham senilai Rp 32,7 triliun.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, sebelumnya mengimbau agar investor tidak panik secara berlebih. Kata dia, Self-Regularoty Organization (SRO) tak tinggal diam alias bakal berkoordinasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini.

“Karena semuanya kan bicara, kalau kita lihat, semuanya bicara negatif side, downside-nya. Perlu ada yang meyakinkan bahwa ini juga ada positif side-nya dan kita tidak diam saja,” ucap Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1).

“Artinya dengan kondisi gini, bursa, OJK dan KSEI juga tidak tinggal diam. Nah ini kan perlu tadi memastikan bahwa terutama investor retail kita atau domestik, untuk tidak ikut-ikutan panik. Karena ini tersebut, makanya ini yang kita lakukan hari ini,” sambung dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenlu Pantau Perkembangan Virus Nipah di India, Pastikan tidak Ada WNI yang Tertular
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Vonis R. De Laguna dan M. Luthfy, Ketua DPD GRANAT Soroti Integritas Pengadilan
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Prabowo Rapat Bareng Airlangga-Bahlil, Bahas Pengelolaan Minerba
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pasutri Viral Penganiaya Pemotor di Palmerah Tak Ditahan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk Terbalik di Jembatan, Alhamdulillah Tak Ada yang Meninggal
• 22 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.