Sekop-Cangkul Jadi Andalan Prajurit TNI, Bersihkan Rumah Warga Terdampak Bencana

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sekop, cangkul, dan gerobak dorong menjadi andalan para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat membantu warga membersihkan rumah pascabencana. Dengan alat-alat itu, mereka berupaya memulihkan permukiman yang terdampak longsor dan banjir bandang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (27/1), prajurit TNI terlihat bekerja dengan penuh semangat tanpa mengenal lelah di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Di dua wilayah tersebut, prajurit turun langsung ke rumah-rumah warga untuk membersihkan sisa material bencana.

Di tengah lumpur, tumpukan tanah, dan genangan yang masih tersisa, prajurit TNI bergotong royong mengangkat material longsor yang memenuhi rumah warga. Tanah diangkut dari dalam rumah menggunakan sekop dan cangkul, lalu dipindahkan ke luar dengan gerobak dorong agar hunian kembali layak ditempati.

Pascaterjadinya tanah longsor dan banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera Utara, upaya penanganan bencana terus dilakukan secara terpadu. Gotong royong melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat, guna mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak.

Salah satu momen terlihat di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta sejumlah titik di Kabupaten Tapanuli Tengah yang terdampak bencana alam sekitar dua bulan lalu. Prajurit TNI bahu-membahu membersihkan rumah warga yang sebelumnya terendam lumpur.

Kegiatan pembersihan tersebut merupakan bagian dari penanganan pascabencana alam di wilayah jajaran Kodam I/Bukit Barisan pada 2026. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberi semangat dan rasa aman bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari bencana.

Di lapangan, prajurit bekerja tanpa henti. Lumpur yang mengeras di lantai rumah dibersihkan satu per satu, perabot yang rusak dikeluarkan, sementara sisa material longsoran di sekitar permukiman diangkut agar lingkungan kembali bersih dan aman.

Sekolah dan Tempat Ibadah di Sumut Direhabilitasi

Belasan sekolah terdampak bencana di Sumatra Utara (Sumut) berangsur dibersihkan anggota TNI Angkatan Darat. Sebagian besar sudah rampung dan siap digunakan. Beberapa di antaranya masih dalam progres pembersihan dan revitalisasi.

Untuk sekolah, total ada 13 yang dibersihkan anggota TNI dari Kodam Bukit Barisan dan Kodam Iskandar Muda. Tujuh di antaranya sudah selesai dan siap digunakan.

Sisanya, sebagian besar sudah hampir rampung. Seperti untuk pembersihan SDN 155680 Bonalumban Link I Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang progres pengerjaannya sudah 62 persen.

Progres pembersihan di SMA Swasta Fransiskus Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, sudah mencapai 91 persen. Menyusul progres pembersihan di SMP Swasta Fransiskus Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng dengan progres 89 persen.

Progres pembersihan dan revitalisasi di MTSN Sibolga Desa Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, sudah mencapai 75 persen.

Hanya dua sekolah yang progres pembersihannya masih di bawah 50 persen, yakni di SMP Negeri 3 Badiri Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapteng, dengan progres 27 persen; dan SMKN 1 Badiri, di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng (37 persen).

Berdasarkan data yang didapat pada Rabu (28/1), sejumlah anggota TNI masih membersihkan lumpur yang mengeras di halaman SMPN 3 Badiri. Di SMKN 1 Badiri, petugas tengah menyemprotkan air ke ruang kelas yang dipenuhi lumpur.

Tak hanya sekolah, para prajurit TNI juga dikerahkan untuk membersihkan tempat ibadah. Seperti yang dilakukan di halaman masjid Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Mereka menggunakan cangkul untuk membersihkan area tempat ibadah.

Kegiatan pembersihan juga dilakukan di lingkungan gereja Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel. Di sana para prajurit juga tampak sigap membersihkan lumpur.

Kegiatan pembersihan tempat ibadah juga dilakukan di Desa Hutagodang Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel. Sejumlah prajurit mengaduk semen yang digunakan untuk membangun kembali titik-titik tempat ibadah yang rusak.

Daftar sekolah yang direhabilitasi dan dibersihkan oleh anggota TNI di Sumut hingga Selasa (27/1):

1. SDN 152981 Tukka 1A Kel. Tukka, Kec. Tukka, Kab. Tapanuli Tengah, (selesai).

2. SDN 152982 Tukka 1B Kel. Tukka, Kec. Tukka, Kab. Tapteng (selesai).

3. SDN 152983 Hutanabolon I Kel. Hutanabolon, Kec.Tukka, Kab. Tapteng (selesai).

4. SDN 155678 Hutanabolon II Kel. Hutanabolon, Kec. Tukka, Kab. Tapteng (selesai).

5. SDN 100704 Hutagodang Desa Huta Godang, Kec. Batang Toru, Kab. Tapsel (selesai).

6. SMP Katolik Fatima 2 Serudik Kec. Serudik, Kab. Tapteng (selesai).

7. SMP Negeri 5 Sibolga Kel. Aek Parombunan, Kec. Sibolga Selatan, Kota Sibolga (selesai).

8. SDN 155680 Bonalumban Link I Kel. Bonalumban, Kec. Tukka Kab. Tapteng (progres 62℅).

9. SMA Swasta Fransiskus Kec. Pandan, Kab. Tapteng (progres 91℅).

10. SMP Swasta Fransiskus Kec. Pandan, Kab. Tapteng (progres 89℅).

11. SMP Negeri 3 Badiri Kel. Lopian, Kab. Tapteng (progres 27%).

12. SMK N 1 Badiri di Desa Aek Horsik, Kec. Badiri Kab. Tapteng (progres 37%).

13. MTSN Sibolga di Aek Parombunan Kec. Sibolga Selatan, Kota Sibolga (progres 75%).

Rumah Lansia di Aceh Juga Dibersihkan

Kepedulian terhadap warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas dalam upaya penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Personel TNI terus bergerak melakukan pembersihan rumah-rumah warga, terutama milik lansia yang terdampak parah akibat endapan lumpur dan material banjir.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, prajurit Satuan Setingkat Kompi (SSK) Yonif TP 852/ABY melakukan pembersihan di Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu. Sejumlah rumah lansia dibersihkan secara bertahap, mulai dari halaman hingga bagian dalam rumah yang tertimbun lumpur tebal.

Rumah Bapak Zulkifli dibersihkan dari tumpukan lumpur di dalam rumah dengan progres mencapai 30 persen. Sementara itu, pembersihan rumah Bapak Paini difokuskan pada endapan lumpur di halaman rumah dengan progres 25 persen. Di rumah Bapak Jumangin, proses pembersihan telah mencapai 85 persen, terutama pada lumpur tebal di dalam rumah.

Pembersihan juga dilakukan di rumah Bapak Sukimin, yang terdampak lumpur setebal sekitar 50 sentimeter. Personel TNI menggunakan cangkul, sekop, dan gerobak sorong untuk mengeruk dan mengangkut lumpur dari dalam rumah, dengan progres sekitar 60 persen. Selain itu, rumah Ibu Ngatizah di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, juga mulai dibersihkan, terutama pada endapan lumpur yang mengering di halaman rumah.

Di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, TNI membersihkan rumah warga di Desa Pematang Durian. Rumah Bapak M. Yusuf telah mencapai progres pembersihan sekitar 80 persen, dengan fokus pada halaman rumah yang dipenuhi endapan lumpur. Pembersihan juga dilakukan di rumah Bapak Alias dengan progres 50 persen serta rumah Andika yang telah mencapai 80 persen.

Upaya serupa berlangsung di Kabupaten Bireuen. Di sektor Peusangan, personel TNI melaksanakan pembersihan rumah warga atas nama Bapak Yusup, Ibu Nana, dan Bapak Saifudin. Sementara di Peusangan Siblah Krueng, rumah Bapak Januar Amri juga dibersihkan dari sisa lumpur banjir. Di Kecamatan Samalanga, TNI membersihkan rumah Ibu Mardiah dan Ibu Salbiyah, termasuk lumpur yang mengendap di halaman samping rumah.

Tak hanya di Aceh, pembersihan rumah warga juga dilakukan di wilayah Sumatera Utara. Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, personel TNI membersihkan lumpur, batang kayu, serta perabot rumah tangga yang rusak akibat banjir. Lumpur yang mengendap di dalam dan sekitar rumah warga dikeruk menggunakan cangkul dan sekop, kemudian diangkut dengan gerobak.

Sementara itu, di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI membersihkan endapan lumpur yang telah mengering di halaman dan sekitar rumah warga. Lumpur dikeruk dan diangkut secara manual agar rumah warga kembali layak dihuni.

Kegiatan pembersihan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya bagi warga lansia yang memiliki keterbatasan fisik. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat kembalinya aktivitas kehidupan sehari-hari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DJP catat pelaporan SPT Tahunan capai 867 ribu per 28 Januari
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Menghadapi Dunia yang Semakin Menua
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pendeta Berpesan Jemaatnya untuk ‘Menyumbangkan 10.000 Dollar dalam 90 Detik untuk  Bisa Menjadi Milioner’
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK
• 23 jam lalusuara.com
thumb
KPK Sita Dokumen hingga Puluhan Juta Rupiah dari Kantor Dinas Pendidikan Madiun
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.