Ketum Pepabri Dukung Polri di Bawah Presiden, Wakapolri Fokus Transformasi Kelembagaan

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (Pepabri), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan dukungannya soal kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden. 

Hal itu disampaikan di hadapan wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan Pepabri. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat transformasi Polri yang berkelanjutan.

Baca Juga :
Polri di Bawah Presiden Disebut Wujud Supremasi Sipil

“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” kata Dedi, Kamis (29/1/2026).

Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri. 

Langkah tersebut di antaranya dengan penguatan SDM dan pendidikan. Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

Baca Juga :
BPOM Gandeng BNN dan Polri Awasi Peredaran Whip Pink

"Transformasi kultural dan etika profesi penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel," ujarnya. 

Selanjutnya, penguatan pengawasan dan akuntabilitas. Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal ini untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian. Transformasi digital percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

Baca Juga :
Penguatan Polri Lebih Mendesak ketimbang Perubahan Struktur

"Penguatan fungsi operasional. Peningkatan kualitas harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat," ucapnya. 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum
• 33 menit laludetik.com
thumb
BPBD Jakarta Laporkan 52 RT dan 17 Jalan Terendam Banjir, Ini Rincian Lokasinya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
2 Pembunuh Warga di Dekai Yahukimo Ditangkap, Pelaku Diduga Terkait KKB
• 7 jam laluokezone.com
thumb
PP Fatayat NU Dukung Polri di Bawah Presiden: Independensi Harus Dijaga
• 10 jam laludetik.com
thumb
Polisi Ungkap Peredaran Ganja Antarprovinsi di Kemayoran, Empat Tersangka Diamankan
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.