Medan, tvOnenews.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah hingga Lebaran 2026.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan saat ini total stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Sumut mencapai 39.000 ton. Selain itu, Bulog juga akan menerima tambahan pasokan sebanyak 15.000 ton beras dari Jakarta.
“Kami memastikan stok beras Bulog cukup menjelang Ramadhan dan sampai Lebaran 2026,” ujar Budi di Medan, Kamis.
Ia menambahkan, apabila stok beras di Sumut mulai berkurang, Bulog siap mengajukan kembali penambahan pasokan dari Jakarta guna menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
“Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait persediaan beras di Sumut. Stok ini juga berfungsi menjaga stabilitas harga di pasar,” jelasnya.
Selain mengandalkan stok gudang, Bulog Sumut juga memperkuat pasokan melalui penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani di sejumlah daerah di Sumatera Utara yang merupakan salah satu sentra produksi padi nasional.
Bulog menargetkan penyerapan GKP sebanyak 62.718 ton per tahun sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.
Budi menyebutkan, saat ini Sumatera Utara telah memasuki masa panen padi, dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada periode Maret hingga Mei 2026.
Sebelumnya, Bulog Sumut telah melaksanakan kegiatan serapan gabah di Desa Sambirejo dan Desa Sendangrejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
“Dalam kegiatan tersebut, kami membeli hasil panen petani sebanyak 20 ton GKP dari luas panen 3,5 hektare sawah,” ungkapnya.
Gabah yang diserap dari petani tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat melalui program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan beras apabila terjadi bencana alam.


