Trump Ancam Iran; Sepakati Nuklir atau Dibombardir

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, WASHINGTON– Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman akan memborbardir secara brutal Iran jika negara tersebut menolak menyepakati tawaran Negeri Paman Sam terkait program nuklir.

Trump mendesak Iran segera berunding, dengan tuntutan utama, tidak boleh ada senjata nuklir. “Semoga Iran segera datang ke meja perundingan dan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang, TANPA SENJATA NUKLIR, yang menguntungkan semua pihak. Waktu terus berjalan, situasi sangat mendesak!” tulis Trump di media sosial, seperti dikutip Reuters.

Ia juga mengancam serangan berikutnya akan jauh lebih dahsyat jika Iran kembali menolak kesepakatan. Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling keras sejauh ini bahwa Gedung Putih mempertimbangkan opsi militer dalam waktu dekat apabila Iran tidak bersedia bernegosiasi.

Menurut Trump kekuatan laut AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln kini tengah bergerak mendekati Iran. Kapal-kapal perang tersebut mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran akibat tindakan keras terhadap aksi protes di Iran.

Trump berulang kali mengancam akan melakukan intervensi, serta menyatakan AS akan bertindak jika Teheran kembali melanjutkan program nuklirnya.


Di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah, Trump juga mengingatkan bahwa peringatan terakhirnya berujung pada serangan militer pada Juni lalu. Ia menyinggung keputusannya menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran pada masa jabatan pertamanya.

Dari pihak Iran, ancaman balasan disampaikan secara terbuka. Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, memperingatkan bahwa setiap aksi militer AS akan dianggap sebagai awal perang dan akan dibalas secara segera, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk dengan menyerang Tel Aviv dan para pendukung agresi.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan di X, setiap langkah militer yang diambil AS akan membuat Iran menargetkan AS, Israel, serta sejumlah pihak yang mendukungnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga mengatakan Iran siap bertempur jika diperlukan. Angkatan bersenjata Iran siap siaga dengan jari di pelatuk untuk segera dan dengan kekuatan penuh merespons setiap agresi.

Meski demikian, kata dia, Iran selalu terbuka terhadap kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara, tanpa paksaan, ancaman, maupun intimidasi yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai dan memastikan tidak ada senjata nuklir.

Sementara itu, negara-negara kawasan seperti Turki dan negara-negara Teluk terus berupaya meredakan ketegangan. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendesak AS agar tidak menggabungkan seluruh tuntutannya terhadap Iran dalam satu paket, dengan peringatan bahwa pendekatan tersebut hanya akan membuat Teheran menutup pintu dialog. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Skandal Pemain Naturalisasi Malaysia, Komite Eksekutif FAM Mundur
• 1 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Curah Hujan Tinggi, PJJ dan WFH Jakarta Diperpanjang hingga 1 Februari 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Panggilan Kemanusiaan dari Lokasi Longsor Cisarua, "Bobotoh" hingga Juru Masak Perancis
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Kejagung: Aset Harvey Moeis akan Dilelang Dalam Waktu Dekat
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Ungkap Peredaran Ganja Antarprovinsi di Kemayoran, Empat Tersangka Diamankan
• 12 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.