Kunjungan Presiden Israel ke Australia Dikonfirmasi, Kelompok Pro-Palestina Berjanji Akan Berunjuk Rasa

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Komunitas Yahudi menegaskan kunjungan Herzog akan memperkuat solidaritas komunitas dan hubungan bilateral

Naziya Alvi Rahman

Presiden Israel Isaac Herzog akan melakukan perjalanan ke Australia pada awal Februari dalam sebuah kunjungan penting yang berfokus pada keselamatan komunitas Yahudi, demikian dikonfirmasi oleh kantor Kepresidenan Israel

Kunjungan ini menyusul undangan dari pemerintah Australia setelah serangan teroris di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang dan melukai 40 lainnya pada 14 Desember 2025.

Menurut pernyataan pemerintah Israel, kunjungan Herzog akan berlangsung dari 8 hingga 12 Februari.

Presiden akan bertemu dengan keluarga para korban tewas dalam penembakan massal di Bondi, serta para penyintas dan kerabat korban yang terluka.

Selain itu, Herzog akan menerima pemaparan mengenai kerja Badan Yahudi (Jewish Agency) dan Organisasi Zionis Dunia (World Zionist Organization) di Australia, termasuk respons mereka terhadap antisemitisme yang masih berlangsung di negara tersebut.

Sebelum serangan teror di Bondi, komunitas Yahudi telah mengalami serangkaian insiden yang bertujuan mengejek atau mengintimidasi mereka, termasuk coretan grafiti, aksi pembakaran, serta pengeboman dengan bom molotov terhadap Sinagoge Adass Israel di Melbourne.

Herzog juga akan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin senior Australia, termasuk Gubernur Jenderal Sam Mostyn, Perdana Menteri Anthony Albanese, para pemimpin lintas spektrum politik, serta melakukan wawancara dengan media.

Kelompok Pro-Palestina Menyerukan Pembatalan Visa Herzog

Kunjungan resmi Herzog menuai kritik dari para aktivis pro-Palestina, termasuk dari kalangan Partai Buruh (Labor).

Labor Friends of Palestine, sebuah kelompok anggota Partai Buruh yang mendukung pendirian negara Palestina, telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri Tony Burke, mendesak agar kementeriannya menolak pemberian visa kepada Herzog.

Burke sebelumnya telah menolak visa bagi sejumlah tokoh Israel, termasuk influencer daring Sammy Yahood, mantan Menteri Israel Ayelet Shaked, pengusaha teknologi Yahudi-Amerika Hillel Fuld, serta anggota Knesset saat ini, Simcha Rothman.

Surat tersebut, yang ditandatangani oleh aktivis Partai Buruh dan serikat pekerja seperti Peter Moss, Wendy Turner, dan Oliver van Ingen, mempertanyakan apakah Burke akan menerapkan “uji karakter” terhadap permohonan visa Herzog. Mereka merujuk pada ketentuan dalam undang-undang migrasi yang berlaku, yang melarang individu yang dituduh terlibat dalam “genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, kejahatan yang melibatkan penyiksaan atau perbudakan, atau kejahatan lain yang menjadi perhatian serius komunitas internasional.”

Surat itu juga menyoroti ketentuan terkait risiko bahwa seseorang dapat “menghasut perpecahan dalam masyarakat Australia atau dalam suatu kelompok masyarakat.”

Organisasi pro-Palestina lainnya juga mengumumkan niat mereka untuk menggelar aksi protes selama kunjungan tersebut.

Dalam unggahan di media sosial, Palestine Action Group menyatakan akan bertemu dengan perwakilan gerakan Palestina secara nasional untuk membahas rencana “hari aksi protes nasional besar-besaran.”

Pemimpin Yahudi Mendukung Kunjungan Herzog

Sementara itu, kelompok-kelompok Yahudi Australia menyambut baik rencana kunjungan Herzog.

Australia/Israel & Jewish Affairs Council (AIJAC) mengatakan kunjungan tersebut menandai “momen yang sangat penting,” serta menjadi peluang untuk memperkuat hubungan Australia–Israel.

Organisasi itu juga mencatat bahwa kehadiran Herzog akan membantu menegaskan kembali nilai-nilai demokrasi bersama dan memberikan rasa aman bagi warga Yahudi Australia.

Selain itu, AIJAC dengan tegas menolak kritik dari kelompok pro-Palestina yang berupaya menggagalkan kunjungan tersebut.

“Kami merasa terganggu dan sedih melihat kelompok dan individu yang bertekad mempolitisasi kunjungan ini dengan melabelinya sebagai ‘memecah belah’ dan mencoba memelintir pernyataan Herzog setelah 7 Oktober,” ujar Direktur Eksekutif AIJAC, Colin Rubenstein.

“Menurut pandangan kami, setelah peristiwa Bondi, kunjungan Herzog bukan hanya pantas, tetapi merupakan bagian penting dari proses pemulihan, dan kami sangat yakin bahwa kami mewakili mayoritas besar warga Yahudi Australia dalam hal ini.”

Crystal-Rose Jones berkontribusi dalam penulisan artikel ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sukses Kantongi Rp11,1 T pada 2025, Kota Semarang Siap Promosikan 3 Proyek Investasi Baru
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Sungai Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
118 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Menu Soto Ayam dan Tempe
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Anak dan Keluarga saat Banjir
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Depan Stasiun Rawa Buaya Jakbar Mulai Surut, Begini Kondisinya
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.