Zulhas Klaim Jumlah Penerima MBG Tembus 60 Juta Januari 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.

Adapun, kenaikan penerima MBG tersebut sejalan dengan bertambahnya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini mencapai 22.091 unit.

“SPPG sudah 22.091 [unit]. Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit. 60 juta jadi sudah tembus angka 60 juta,” kata Zulhas dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, Zulhas menuturkan program MBG juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Dia merincikan sebanyak 32.000 tenaga kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) telah diproses, sementara program SPPG melibatkan 924.424 tenaga kerja secara langsung. Selain itu, terdapat 68.551 pemasok (supplier) yang sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saudara tahu dong 1 supplier itu kan UMKM, berapa itu yang kerja di situ? Paling nggak 20–30 orang lagi kan. Mitra ada 21.413 yang masuk langsung,” ujarnya.

Baca Juga

  • Pegawai Dapur MBG Dapat THR Lebaran atau Tidak? Ini Kata BGN
  • Bukan Lapangan Kerja, Kepala Bappenas: Program MBG Lebih Mendesak
  • BGN Pastikan Anak Tanpa NIK Tetap Dapat MBG, Dadan: Data Diambil dari Kecamatan

Menurutnya, program MBG memiliki efek berganda dari terhadap ekonomi. “Kalau PBB itu mengatakan US$1 bisa jadi US$23, bahkan lebih dampaknya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan MBG telah menjangkau 58,3 juta penerima manfaat dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar per 19 Januari 2026. Pada periode yang sama terdapat 21.102 SPPG.

“Realisasi anggaran sampai hari ini [20 Januari 2026], itu sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun itu per 16 Januari [2026]. Per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun,” ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dadan menuturkan BGN menjadi salah satu badan atau kementerian yang sudah bisa merealisasikan anggaran dengan nilai jumbo.

“Ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG-SPPG dan digunakan 70% untuk membeli bahan baku, 20% untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan, dan 10% untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam program makan bergizi,” ujarnya.

Sepanjang 2026, BGN menargetkan akan ada 28.000 SPPG aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta yang kita bisa kejar. Serta, dengan proyeksi 21 miliar porsi makan pada pertengahan tahun ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejagung: Penggeledahan Money Changer Kasus CPO hanya Temukan Dokumen Transaksi
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Tembok Pembatas Ambruk di Cakung Timur, Petugas Gabungan Lakukan Penanganan Awal
• 6 jam lalupantau.com
thumb
GoPay gunakan teknologi AI untuk deteksi transaksi judi daring
• 59 menit laluantaranews.com
thumb
Ammar Zoni Klaim Dipalak Rp 3 Miliar di Lapas, Yusril: Harus Diverifikasi
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Perjalanan Karier dan Sumber Kekayaan Boiyen
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.