Acha Septriasa Bicara Luka Pola Asuh Masa Lalu, Ini Prinsipnya Mendidik Anak

grid.id
21 jam lalu
Cover Berita
Grid.ID - Acha Septriasa dikenal sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia yang telah membintangi berbagai film dan sinetron populer. Tak hanya sukses berkarier, Acha juga kerap mencuri perhatian lewat pandangannya soal kehidupan keluarga dan perannya sebagai seorang ibu.

Ia mengaku tumbuh dengan bimbingan yang sangat terarah dari orang tua. Setiap keputusan seolah dituntun dari awal hingga akhir tanpa banyak ruang eksplorasi.

“Saya tumbuh dengan arahan dari A sampai Z,” ujar Acha Septriasa saat ditemui di kawasan Cipete, Kamis (29/01/2026).

Acha menyadari pola asuh tersebut membuat dirinya cenderung bergantung pada orang lain. Dampaknya, ia mengaku mudah merasa frustrasi ketika menghadapi situasi tertentu.

Pengalaman itu menjadi refleksi penting bagi Acha saat kini berperan sebagai seorang ibu. Ia tidak ingin anaknya tumbuh dengan ketergantungan yang sama.

Menurut Acha, anak perlu diberi ruang untuk bersuara dan mencoba menyelesaikan persoalannya sendiri. Dari situ, anak bisa belajar mengambil keputusan dan memahami konsekuensinya.

“Anak perlu belajar mengukur langkahnya sendiri,” kata Acha.

Dalam keseharian, Acha tetap memberikan arahan, terutama dalam hal pertemanan dan relasi sosial. Namun, ia berusaha tidak memaksakan kehendak kepada anaknya.

Ia mengajarkan anak untuk tidak memaksakan diri dalam berteman jika memang tidak sejalan. Menurutnya, anak juga punya hak menentukan identitas dan lingkaran sosialnya sendiri.

Acha menegaskan bahwa orang tua tidak bisa mengontrol sepenuhnya pilihan anak. Ada batasan antara mendampingi dan mengatur hidup anak secara berlebihan.

“Anak yang tidak punya suara bisa menyimpan luka yang dalam,” ujar Acha.

 

Ia membandingkan kondisi anak dalam film dengan anaknya di dunia nyata. Acha bersyukur anaknya tumbuh dalam lingkungan yang lebih terbuka secara komunikasi.

Baginya, komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun hubungan orang tua dan anak. Tanpa komunikasi yang sehat, luka emosional bisa terbawa hingga dewasa.

Acha berharap pengalamannya bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua lain. Ia menekankan bahwa mendidik anak bukan soal mengontrol, melainkan mendampingi.

Kini, Acha memilih menjalani peran sebagai ibu dengan lebih sadar dan reflektif. Ia ingin anaknya tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, berani bersuara, dan kuat secara emosional.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Meniru Indonesia atau India? Rahasia Super-App vs DPI untuk Ekonomi Digital
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Jakarta Meluas, RT di Jaktim Paling Banyak Terendam Air Sampai 3,5 Meter
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
AHY Ajak IKASTARA Jadi Mitra Strategis dan Dukung Pembangunan Nasional
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Gus Alex Diperiksa KPK untuk Perhitungan Kerugian Negara, Sudah Dicekal
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Whip Pink di TKP Lula Lahfah Kosong, Puslabfor Toksikologi Bareskrim Polri Beberkan Kandungannya
• 32 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.