Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat keandalan layanan logistik maritim di Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah, untuk mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional.
“PTK berperan langsung sebagai tulang punggung transportasi laut di lingkungan Pertamina Group,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental I Ketut Laba dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Penguatan tersebut direalisasikan melalui kesiapan armada, penerapan marine assurance, dan standar HSSE berkelas internasional.
“Kami memastikan setiap barel energi dapat bergerak dengan selamat dan tepat waktu dari laut ke kilang, hingga akhirnya sampai kepada masyarakat,” ujar I Ketut Laba.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi dengan Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina International Shipping (PIS) juga memberikan keyakinan bagi para pemangku kepentingan, termasuk klien dan calon klien, bahwa PTK mampu menyediakan layanan logistik maritim yang andal di tengah kompleksitas operasional dan tantangan lingkungan maritim.
“Keandalan tidak hanya diukur dari ketersediaan kapal, tetapi juga dari integrasi sistem keselamatan, kesiapsiagaan personel, serta kepatuhan terhadap standar global. Inilah nilai tambah yang kami tawarkan kepada seluruh mitra bisnis,” katanya.
Dari sisi operasional, PTK memastikan kesiapan menyeluruh melalui pengecekan fasilitas jetty, penyediaan alat pelindung diri dan life saving appliance, pengawalan HSSE, serta pengaturan jalur aman di area sandar.
Langkah ini mencerminkan komitmen terhadap prinsip zero accident dan zero downtime, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa bahwa layanan PTK mampu menopang operasi kilang yang berjalan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Dampak dari penguatan keandalan ini tidak hanya dirasakan oleh internal Pertamina Group, tetapi juga oleh masyarakat luas sebagai penerima manfaat akhir dari terjaganya pasokan energi.
Dengan sistem transportasi laut yang andal, risiko gangguan distribusi dapat diminimalkan, sehingga stabilitas pasokan BBM dan energi tetap terjaga. Bagi dunia usaha, khususnya mitra dan calon klien, hal ini menjadi bukti bahwa PTK merupakan mitra strategis yang mampu mendukung kelancaran bisnis melalui layanan maritim yang aman, efisien, dan berstandar internasional.
Baca juga: Pertamina Shipping fokus jadi perusahaan logistik hijau
Baca juga: PIS raih penghargaan atas upaya dan inovasi pelayaran hijau
Baca juga: PIS siap jadi agregator transportasi dan logistik CCS
“PTK berperan langsung sebagai tulang punggung transportasi laut di lingkungan Pertamina Group,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental I Ketut Laba dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Penguatan tersebut direalisasikan melalui kesiapan armada, penerapan marine assurance, dan standar HSSE berkelas internasional.
“Kami memastikan setiap barel energi dapat bergerak dengan selamat dan tepat waktu dari laut ke kilang, hingga akhirnya sampai kepada masyarakat,” ujar I Ketut Laba.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi dengan Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina International Shipping (PIS) juga memberikan keyakinan bagi para pemangku kepentingan, termasuk klien dan calon klien, bahwa PTK mampu menyediakan layanan logistik maritim yang andal di tengah kompleksitas operasional dan tantangan lingkungan maritim.
“Keandalan tidak hanya diukur dari ketersediaan kapal, tetapi juga dari integrasi sistem keselamatan, kesiapsiagaan personel, serta kepatuhan terhadap standar global. Inilah nilai tambah yang kami tawarkan kepada seluruh mitra bisnis,” katanya.
Dari sisi operasional, PTK memastikan kesiapan menyeluruh melalui pengecekan fasilitas jetty, penyediaan alat pelindung diri dan life saving appliance, pengawalan HSSE, serta pengaturan jalur aman di area sandar.
Langkah ini mencerminkan komitmen terhadap prinsip zero accident dan zero downtime, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa bahwa layanan PTK mampu menopang operasi kilang yang berjalan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Dampak dari penguatan keandalan ini tidak hanya dirasakan oleh internal Pertamina Group, tetapi juga oleh masyarakat luas sebagai penerima manfaat akhir dari terjaganya pasokan energi.
Dengan sistem transportasi laut yang andal, risiko gangguan distribusi dapat diminimalkan, sehingga stabilitas pasokan BBM dan energi tetap terjaga. Bagi dunia usaha, khususnya mitra dan calon klien, hal ini menjadi bukti bahwa PTK merupakan mitra strategis yang mampu mendukung kelancaran bisnis melalui layanan maritim yang aman, efisien, dan berstandar internasional.
Baca juga: Pertamina Shipping fokus jadi perusahaan logistik hijau
Baca juga: PIS raih penghargaan atas upaya dan inovasi pelayaran hijau
Baca juga: PIS siap jadi agregator transportasi dan logistik CCS





