Gaya Agresif Jadi Andalan Putra di Kejurnas Sprint Rally 2025

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Balap sprint rally menuntut perpaduan kecepatan, presisi, dan keberanian dalam waktu singkat. Di lintasan dengan karakter teknis yang beragam, gaya mengemudi agresif namun terkontrol kerap menjadi pembeda utama dalam perebutan hasil terbaik.

Pendekatan tersebut menjadi ciri khas Subhana Mahaputra sepanjang Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2025. Pereli yang akrab disapa Putra itu mampu memaksimalkan performa di setiap seri hingga akhirnya meraih gelar Juara Nasional kelas R1 bersama MasEsolo IgnitionB Racing Team.

Baca Juga :
Balap 24 Jam sebagai Laboratorium Teknologi Pelumas
Mobil Hackback Ini Punya Versi Balap

Sepanjang musim 2025, Kejurnas Sprint Rally digelar di berbagai lintasan khusus di sejumlah daerah. Seri-seri di Bandung, Semarang, dan Sukabumi menjadi ajang pembuktian konsistensi Putra dalam menjaga kecepatan dan akurasi di kelasnya.

Dalam beberapa putaran, Putra berhasil mencatatkan waktu tercepat dan menjaga posisi kompetitif sejak awal lomba. Raihan poin yang stabil membuatnya unggul atas para pesaing hingga dinobatkan sebagai juara nasional kelas R1.

Gaya mengemudi agresif yang diterapkan Putra dikenal tetap mengedepankan presisi. Strategi ini memungkinkannya menyerang di sektor cepat tanpa kehilangan kendali pada bagian lintasan yang teknis.

Putra menilai hasil tersebut tidak lepas dari kerja sama tim yang solid. Ia menekankan pentingnya peran navigator, mekanik, serta manajemen dalam menjaga kesiapan kendaraan dan strategi balap.

“Gelar juara ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Saya sangat bersyukur atas dukungan semua pihak yang selalu mendampingi sejak awal musim,” ujarnya, dikutip Kamis 29 Januari 2026.

Keberhasilan di musim 2025 juga ditopang dukungan berbagai sponsor yang membantu pengembangan kendaraan dan kesiapan logistik. Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga performa sepanjang rangkaian kejuaraan.

Memasuki musim 2026, Putra bersiap menghadapi tantangan baru melalui ajang rally panjang. Berbeda dengan sprint rally, reli jarak jauh menuntut ketahanan fisik, fokus berkelanjutan, serta strategi balap yang lebih kompleks.

“Saya ingin terus berkembang. Rally panjang adalah tantangan baru yang harus dihadapi, dan persiapan sudah mulai kami lakukan sejak sekarang,” kata Putra.

Baca Juga :
Toyota GR Yaris Morizo RR Edisi Terbatas Resmi Meluncur
Sengitnya Persaingan di Balap ITCR 2025
Real Racing 3 Akan Disuntik Mati: Era Game Balap Mobile Legendaris Berakhir

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Terima 5.207 Laporan Gratifikasi 2025: Laptop Termahal, Ukiran Kayu Terunik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pergeseran Tanah di Morowali, 288 Warga Dievakuasi
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Kaesang Pangarep Pakaikan Jaket PSI ke RMS: Akan Banyak Lagi Tokoh yang Akan Bergabung
• 23 jam laluterkini.id
thumb
KPK: Pemeriksaan Gus Alex oleh Auditor BPK Fokus Hitung Kerugian Negara
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Kemendag Yakin Harga Minyakita Turun Jelang Ramadan, Ini Alasannya
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.