JAKARTA, KOMPAS.TV - Basarnas mengungkapkan proses pencarian korban longsor Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, pada hari keenam, Kamis (29/1/2026) sempat menghadapi hambatan cuaca yang tidak menentu.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian menyebut kawasan lokasi longsor diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak pagi.
"Sejak pagi tadi kondisi lapangan diwarnai dengan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Cuaca tidak menentu, visibilitas terbatas, serta meningkatnya kejenuhan tanah yang terdampak pada tingginya potensi longsor," kata Ade dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Update Longsor Cisarua: Total 55 Kantong Jenazah Dievakuasi, 25 Orang Masih dalam Pencarian
Sebab itu, operasi SAR dilaksanakan secara selektif, dengan pola on off, serta mengutamakan keselamatan personel di lokasi bencana.
"Kegiatan pencarian dilakukan pada waku-waktu yang dinilai aman, serta dihentikan sementara apabila terjadi peningkatan curah hujan, perubahan kondisi lereng, maupun indikasi bahaya di area kerja," jelasnya.
Sementara ihwal dukungan peralatan, Ade menuturkan tim SAR gabungan mengerahkan 17 unit alat berat ke lokasi longsor.
Belasan alat berat tersebut difokuskan untuk pencarian korban di sektor A1 dan A2, serta mulai diperluas ke sektor A3.
"Dalam penentuan atau unit ekskavator (alat berat) yang masuk ke dalam sektor pencarian ini memang masih lebih banyak di sektor A1 dan A2. Jadi sampai di A3 pun kami sudah menerjunkan ekskavator di dalam proses pecarian.
Total 55 kantong jenazah telah dievakuasi
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- longsor cisarua
- pencarian korban
- korban longsor cisarua
- basarnas
- cuaca buruk
- bandung barat




