Bima Arya Sebut Layanan Publik-Pemulihan Pascabencana Berjalan Progresif

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera dan Jawa Barat berjalan secara progresif.

Ia menjelaskan pemulihan infrastruktur dasar di wilayah Sumatera telah menunjukkan perkembangan positif, baik pada layanan publik, sektor pendidikan, maupun infrastruktur dasar. Konektivitas listrik di Sumatera Barat pun telah pulih sepenuhnya, sementara di Sumatera Utara dan Aceh masing-masing sudah mendekati 100 persen.

"Secara umum kegiatan belajar mengajar berjalan 100 persen, hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat. Kemudian listrik di Sumatera Barat terkoneksi 100 persen, di Sumut ada 1 persen dan juga di Aceh 1 persen yang masih belum tersambung," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2025).

Hal tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber dalam program Khusus BTV Indonesia Outlook di Studio BTV, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Kamis (29/1).

Bima mengungkapkan pemerintah telah menargetkan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda darurat.

Terkait pelayanan publik, Bima menegaskan kantor-kantor pemerintahan di wilayah terdampak di Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi.

"Pelayanan publik juga sudah berjalan semua 100 persen, hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses, tetapi pembersihan sudah tuntas di pusat pemerintahan di Kota Aceh Tamiang," tegasnya.

Berbeda dengan kondisi di Sumatera, Bima mengatakan penanganan bencana di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Hal tersebut disebabkan oleh medan yang berat serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung proses evakuasi.

Ia menambahkan, kedalaman timbunan material di lokasi bencana dapat mencapai hingga 20 meter sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban. Meski demikian, seluruh sumber daya telah dikerahkan, dan warga terdampak juga telah mendapatkan santunan atau insentif untuk mendukung relokasi sementara ke hunian yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun lokasi lainnya.




(akn/ega)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov Maluku Utara dan PNM Dukung Pemberdayaan Perempuan Lewat Program Mekaar
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Harga Minyak Melonjak 3 Persen, Sentuh Level Tertinggi Lima Bulan
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
2.500 Kapal Tertahan di Pelabuhan Muara Angke Akibat Cuaca Buruk
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Media Asing Ramai Beritakan Ambruknya IHSG karena Rilis MSCI
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ganja 17 Kg Disimpan dalam Koper, Polisi Bongkar Jaringan di Kemayoran
• 16 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.