Indonesia Punya Potensi Besar dalam Bisnis Penyimpanan Karbon

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Besarnya kapasitas tersebut menjadi keunggulan strategis bagi Indonesia untuk berperan sebagai pusat penangkapan dan penyimpanan karbon di kawasan regional.

Indonesia Punya Potensi Besar dalam Bisnis Penyimpanan Karbon

IDXChannel - Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia mulai bergerak dari tahap inisiasi menuju fase persiapan proyek. Pada fase ini, diperlukan dukungan kebijakan pemerintah, serta kerja sama yang kuat antara pemerintah, industri, dan mitra regional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi kapasitas penyimpanan karbon yang mencapai 577 gigaton. 

Baca Juga:
Bursa Karbon Catat Volume Transaksi 1,62 Juta Ton CO₂eq, Nilainya Capai Rp79,5 Miliar

Inspektur Minyak dan Gas Bumi Ahli Muda Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Fahrur Rozi Firmansyah mengatakan, besarnya kapasitas tersebut menjadi keunggulan strategis bagi Indonesia untuk berperan sebagai pusat penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) di kawasan regional.

“Kita melihat Indonesia memiliki potensi storage sekitar 577 gigaton, sementara kebutuhan emisi domestik yang bisa ditangani CCS diperkirakan sekitar 100 gigaton,” kata Rozi dalam Soft Launching The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:
Edena Perkuat Peran Indonesia di Pasar Karbon Global lewat CDC 2025

Melihat potensi tersebut Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menyelenggarakan Soft Launching The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026 sebagai langkah awal menuju pelaksanaan forum utama pada tahun 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaianRoad to The 4th  IICCS Forum 2026, yang bertujuan untukmembuka diskusi awal, memperkuat kerja sama, sertamelanjutkan arah pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia.

Baca Juga:
InJourney Tekan Emisi Karbon hingga 4.000 Ton CO2 Sepanjang 2026

Sementara itu, Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, mengatakan, pengembangan CCS di Indonesia telah mendapat perhatian dari pemerintah melalui beberapa kebijakan pada Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Peraturan Pemerintah yang telah ditetapkan sejak tahun 2023. 

“Soft Launching ini menjadi awal untuk merencanakankerjasama antar pemangku kepentingan di tahun 2026,” kata Rizky.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana The 4th  IICCS Forum 2026, Junaedi menyampaikan bahwa rangkaian Road to IICCS Forum 2026 dirancang agar memberikan hasil yang lebih nyata. 

“Soft Launching ini menjadi awal dari rangkaian diskusi menujuforum utama. Ke depan, The 4th  IICCS Forum 2026 akan lebihfokus pada peluang kerja sama, pengembangan proyek, dan manfaat ekonomi karbon di Indonesia,” katanya.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi ICCSC dan On Us Asia, dengan tujuan menghadirkan wadah bersama bagi pemerintah, industri, akademisi, serta mitra regional dan internasional untuk mendukung pengembangan ekosistem CCS nasional.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Jalan Daan Mogot Jakbar Capai 60 Cm, Motor Tak Bisa Melintas
• 16 jam laludetik.com
thumb
Menkes Pastikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo Segera Bisa Layani Pasien BPJS Kesehatan
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Perwakilan Institut Seni Papua dan Smakara Wakili Makassar di iForte National Dance Competition
• 11 jam laluharianfajar
thumb
ESDM Siap Gelar Lelang Ulang 629 Ribu Ton Bauksit Sitaan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Vonis R. De Laguna dan M. Luthfy, Ketua DPD GRANAT Soroti Integritas Pengadilan
• 18 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.