GenPI.co - Industri furniture Indonesia memiliki posisi strategis pada perekonomian nasional serta berpotensi tumbuh besar di pasar global.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2025 ekspor furniture Indonesia menempati peringkat dua subsektor kerajinan dengan kontribusi sekitar 12,2 persen.
Di pasar domestik, industri furniture juga menunjukkan tren positif. Sepanjang kuartal pertama 2025, penjualan rumah berukuran kecil melonjak hingga 83,97 persen.
Lonjakan tersebut secara langsung mendorong permintaan furniture dan interior. Selain itu, pertumbuhan sektor properti tidak lagi terpusat di Jakarta.
Kondisi tersebut berpengaruh pada penguatan akses pasar, sehingga pameran internasional kini dipandang sebagai platform strategis.
Pameran tidak lagi sekadar menjadi etalase produk, melainkan ruang temu antara pelaku industri nasional dengan pembeli global, mitra teknologi, serta jaringan distribusi internasional pada satu ekosistem terhubung.
Menjawab kebutuhan tersebut, Amara Group dan Koelnmesse GmbH menggabungkan empat pameran dagang utama ke dalam satu platform industri terpadu dari hulu ke hilir.
Empat pameran akan digelar secara bersamaan di NICE PIK 2 dan JIExpo Kemayoran dengan nama Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect pada 23-27 September 2026.
Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Mathias Kupper sangat antusias dengan rencana penggabungan empat pameran tersebut.
"Penggabungan empat pameran ini sangat penting karena menjadi awal pengembangan industri di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik," ucap Mathias, Kamis (29/1).
Ketua ASMINDO Dedy Rochimat menilai penggabungan empat pameran sejalan dengan kebutuhan industri furniture saat ini.
"Penggabungan empat pameran akan membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha nasional, termasuk UMKM," imbuh Dedy.(*)
Heboh..! Coba simak video ini:


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488131/original/007173600_1769734785-1.jpg)
