Hati-Hati! Harga Emas Mulai Dibanting Bandar, Sempat Jatuh 4%

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: emas gold

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas sempat ambruk ke level US$5.100 per troy ons sebelum bangkit kembali. Harga emas turun karena investor kompak mengambil keuntungan setelah mencapai rekor tertinggi.

Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), harga emas dunia turun 0,08% di level US$5.394,88 per troy ons. Pada perdagangan intraday harga emas sempat menyentuh level tertinggi US$5.594,82, kemudian dibanting hingga jatuh 4% dan menyentuh level terendah US$5.109,62 per troy ons. 

Pada perdagangan hari ini Jumat (30/1/2026) hingga pukul 06.17 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,30% di posisi US$5.409,64 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Kamis karena investor mengambil keuntungan setelah mencapai rekor tertinggi, namun harga tetap berada di jalur untuk bulan terbaik sejak tahun 1980-an di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

"Kita melihat aksi jual dramatis setelah logam mulia mencapai rekor tertinggi baru-baru ini," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Namun, harga emas spot masih naik sekitar 24% untuk bulan ini dan 7% sejauh minggu ini.

Baca: Harga Emas Terbang ke Langit, Sahamnya Malah Hancur Lebur

UBS pada hari Kamis menaikkan perkiraan harga emasnya menjadi US$6.200 per troy ons untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sementara memproyeksikan penurunan menjadi US$5.900 per troy ons pada akhir tahun 2026.

Dari uang kripto hingga bank sentral, permintaan emas semakin meluas karena "logam mulia sedang menjadi sorotan dan investor selalu ingin berinvestasi di tempat yang menawarkan keuntungan tinggi," ujar direktur pelaksana GoldSilver Central, Brian Lan.

Menambah ketidakpastian geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mendesak Iran untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir, sementara Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya.

Pada hari Rabu, CEO grup kripto Tether mengatakan pihaknya berencana untuk mengalokasikan 10%-15% dari portofolio investasinya ke emas fisik, sementara dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, mencatat kepemilikan tertinggi dalam hampir 4 tahun.

Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu, karena investor menunggu pengumuman Trump tentang pengganti ketua bank sentral Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada bulan Mei. Pasar memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Juni.


(saw/saw)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
CIMB Niaga Raih Indonesia Public Relations Awards 2026
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bapanas Klaim Stok Pangan Aman Jelang Ramadan-Lebaran 2026, Ini Datanya
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Keterwakilan Perempuan di Unsur Pimpinan DPR Tidak Cukup Tunggu Posisi Kosong
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Wujud Kepedulian Sesama, Polda Riau Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Hari Ini, Eks Menteri Agama Yaqut akan Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.