MerahPutih.com - Jalan berlubang di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kondisi ini kerap dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan dan memicu kecelakaan.
Kerusakan jalan tersebut semakin marak seiring tingginya intensitas hujan yang mengguyur ibu kota dalam beberapa waktu terakhir. Air hujan yang menggenang mempercepat kerusakan aspal di sejumlah ruas jalan.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana menambah personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang khusus menangani perbaikan jalan berlubang.
“Buat nangani ini, jalan berlubang,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, Jumat (30/1).
Baca juga:
Jalan Rusak di Jakarta Belum Bisa Diperbaiki, Gubernur: Masalahnya Bukan Biaya
Heru menjelaskan, dari total sekitar 1.400 PJLP Bina Marga yang saat ini bertugas, hanya 755 personel pasukan kuning yang secara khusus menangani jalan rusak di seluruh wilayah Jakarta.
Menurutnya, jumlah tersebut belum ideal, terutama di tengah meningkatnya kerusakan jalan akibat curah hujan yang tinggi.
“Kebutuhan PJLP kami saat ini memang perlu penambahan. Yang menangani lubang itu cuma 755 se-Jakarta,” jelas Heru.
Baca juga:
Dinas Bina Marga DKI Kaji Aspal Porus untuk Cegah Jalan Jakarta Cepat Rusak Akibat Banjir
Heru mengungkapkan, selama musim penghujan, Dinas Bina Marga telah menindaklanjuti sekitar 6.000 titik jalan berlubang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi pada Desember 2025.
“Yang sudah kita tangani, sudah kita tindak lanjuti ada 6.000-an titik. Selama musim penghujan yang begitu besar ini memang ada peningkatan jalan rusak, jalan berlubang,” ucapnya.
Meski demikian, Heru menegaskan bahwa proses perbaikan tetap dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Setiap laporan kerusakan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
“Kita berjalan terus. Begitu ada lubang, tutup. Ada lubang, tutup,” imbuhnya. (Asp)




