Sering Marah di Tempat Kerja? Bisa Jadi Anda Mengalami Burnout!

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Stres di lingkungan kerja sering kali tidak disadari karena dianggap sebagai bagian wajar dari tuntutan profesi sehari-hari. Psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Ayu S. Sadewo, S.Psi., memperingatkan bahwa pengabaian terhadap tekanan mental ini dapat berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius jika terus dibiarkan tanpa penanganan.

“Banyak orang tidak merasa dirinya stres. Mereka baru sadar ketika sudah mudah marah, defensif, menarik diri, atau merasa lelah terus-menerus,” ujar Ayu dalam kegiatan Health Talk bertajuk "Mind Matters" di Wisma Antara B, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.
 

Baca Juga :

Totalitas, Amanda Manopo Naikkan Berat Badan 14 Kg demi Film CAPER

Ayu menjelaskan bahwa budaya kerja saat ini sering menyalahartikan ketahanan mental sebagai kemampuan menahan tekanan tanpa mengeluh. Padahal, ketahanan mental yang sebenarnya adalah kemampuan seseorang untuk mengenali batas diri. 

Anggapan salah ini membuat banyak pekerja enggan mengakui kelelahan mental mereka. Sehingga, stres terus menumpuk dalam jangka panjang.

Menurut Ayu, stres dalam durasi singkat sebenarnya normal karena dapat membantu produktivitas. Namun, jika stres dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya jeda pemulihan, kondisi tersebut akan berkembang menjadi burnout. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan fisik dan mental ekstrem yang secara otomatis menurunkan motivasi serta kinerja seseorang.


Ilustrasi. Foto: Unsplash.com.

Lebih lanjut, Ayu menyoroti bahwa sinyal stres tidak selalu muncul secara verbal. Perubahan perilaku kecil, seperti menurunnya fokus, meningkatnya frekuensi kesalahan kerja, atau keengganan berinteraksi sosial, merupakan alarm awal yang sering luput dari perhatian.

Ia mengajak para pekerja untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh, emosi, dan pola pikir sejak dini. Menjaga kesehatan mental, tegas Ayu, bukan berarti menghindari tekanan pekerjaan sepenuhnya, melainkan memahami kapan tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dan pulih.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jokowi soal Fitnah Ijazah Palsu dengan Tersangka Roy Suryo Cs: Pintu Maaf Terbuka, tapi...
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Pasar Siap Serap Free Float jadi 15%, OJK: Jangan Remehkan Permintaan!
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Persita vs Persija Jakarta : 1.403 Personel Amankan Pertandingan, Suporter Diminta Waspada Copet
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan di Kematian Lula Lahfah
• 38 menit laludetik.com
thumb
Deretan Gim Roblox yang Ramai Dimainkan dan Ramah Pemain Baru
• 18 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.