DENPASAR, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan Bali mulai melakukan tindakan antisipasi penyebaran virus Nipah.
Antisipasi tersebut khususnya mewaspadai penularan melalui ternak babi.
Produksi peternakan babi di Bali menjadi yang terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Polisi Belum Lakukan Tes Kejiwaan Tersangka Pembunuh Ibu Kandung di Lombok Barat
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti menjelaskan virus Nipah adalah penyakit yang ditularkan melalui hewan.
Kelelawar memang menjadi inang dari virus Nipah, namun bisa menularkan ke babi.
Apalagi, pada 1998 ada kasus luar biasa (KLB) di Malaysia di mana kelelawar menularkannya ke babi.
Akibatnya banyak ternak babi harus dimusnahkan karena virus tersebut berisiko ditularkan ke manusia.
“Jadi tentu ini yang tetap kami amankan,” kata Raka Susanti, Kamis (29/1/2026) dikutip dari ANTARA.
“Kami juga berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk kewaspadaan terhadap virus Nipah ini di hewannya,” ucap dia.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : ANTARA
- virus nipah
- babi
- penularan
- bali
- antisipasi penyebaran


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F27%2F3173f0380b0b0a2820876e187d5d1b37-20260127ron02.jpg)

