Hari Ini, KPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • KPK pada Jumat (30/1/2026) menjadwalkan pemeriksaan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai saksi.
  • Pemeriksaan terkait dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan haji Kementerian Agama tahun 2023-2024.
  • KPK telah menetapkan Gus Yaqut dan mantan staf khususnya sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut pada hari ini.

Gus Yaqut merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.

“Benar, hari ini Jumat (30/1), KPK menjadwalkan pemanggilan kepada Sausara YCQ, mantan Menteri Agama 2020 - 2024,” kata Juru Bicara Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

Menurut Budi, pemeriksaan terhadap Gus Yaqut ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi. Budi juga menyebut bahwa pemeriksaan yang dilakukan lembaga antirasuah pada pekan ini berfokus pada penghitungan kerugian keuangan negara dalam perkara ini.

“Sepekan ini, KPK juga telah melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi lainnya untuk dimintai keterangan, diantaranya ihwal penghitungan kerugian keuangan negara, dengan pemeriksaan dilakukan oleh auditor BPK,” tandas Budi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yaitu mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) alias Gus Yaqut dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex.

Keduanya diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu sebelumnya menjelaskan bahwa pada 2023, Presiden Joko Widodo meminta Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pada pertemuan Jokowi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman, Indonesia diberikan penambahan kuota haji tambahan sebanyak 20.000 untuk tahun 2024.

Baca Juga: KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Hadiah Nikah Rp1,5 Juta Tak Perlu Lapor, Batas Kado Kantor Dihapus

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, Asep menjelaskan pembagian kuota haji seharusnya 92 persen untuk kuota reguler dan 8 persen untuk kuota khusus.

“Jadi kalau ada kuota haji, berapa pun itu, pembagiannya demikian. Kuota regulernya 92 persen, kuota khususnya 8 persen,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2025).

Dia menjelaskan alasan pengaturan itu ialah mayoritas jemaah haji yang mendaftar menggunakan kuota reguler, sedangkan kuota khusus berbayarnya lebih besar dibandingkan dengan kuota reguler sehingga penyediaannya hanya 8 persen.

Dengan tambahan kuota haji menjadi 20.000, Asep menegaskan seharusnya pembagiannya ialah 1.600 untuk kuota haji khusus dan 18.400 untuk kuota haji reguler.

“Tetapi kemudian, ini tidak sesuai, itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, itu tidak sesuai aturan itu, tapi dibagi dua. 10.000 untuk reguler, 10.000 lagi untuk kuota khusus,” ungkap Asep.

“Jadi kan berbeda dong, harusnya 92 persen dengan 8 persen, ini menjadi 50 persen, 50 persen. Nah seperti itu, itu menyalahi aturan yang ada,” tambah dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
4 Pompa Dikerahkan Tangani Banjir di Jalan Daan Mogot Jakarta Barat
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Upaya Serbu Iran Gagal, Helikopter AS Meledak-8 Tentara Tewas
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
John Herdman Blusukan, Pengamat: Jangan Amati Super League Saja, Liga 2 Juga Banyak Pemain Potensial untuk Timnas Indonesia
• 1 jam lalubola.com
thumb
Keamanan Ketat Sambut Piala Dunia 2026 Kansas
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
TASPEN Jadi Bentuk Nyata Kehadiran Negara: Manfaat JKK bagi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.