Tak hanya pizza, kuliner khas Italia seperti lasagna juga punya banyak penggemar di Indonesia. Hidangan berlapis lembaran pasta pipih yang dipadukan dengan daging cincang, saus tomat, dan keju ini memang terasa pas di lidah banyak orang. Tak heran jika lasagna kerap menjadi pilihan.
Bagi yang ingin praktis, memesan lasagna tentu jadi solusi mudah. Namun, tak sedikit pula yang memilih memasaknya sendiri agar bisa menyesuaikan rasa dan isian sesuai selera. Meski terlihat sederhana, ternyata ada satu kesalahan yang sering dilakukan tanpa disadari saat membuat lasagna di rumah.
Menurut Humberto Maldonado, ahli kimia sekaligus pakar keamanan pangan dari Organically Grown Company, kesalahan tersebut justru bisa membuat lasagna menjadi tidak layak dimakan. Kesalahan yang dimaksud adalah menggunakan aluminium foil bersamaan dengan loyang berbahan logam, seperti stainless steel.
Kebiasaan ini mungkin terdengar sangat umum. Kamu menyusun lasagna ke dalam loyang stainless steel andalan, lalu menutupnya rapat dengan aluminium foil sebelum dimasukkan ke dalam oven. Namun, menurut sains, kombinasi ini justru berpotensi menimbulkan masalah.
“Ketika aluminium foil bersentuhan dengan peralatan masak berbahan logam seperti baja, besi, atau tembaga dalam kondisi makanan yang lembap, kamu bisa tanpa sengaja menciptakan sel galvanik. Ini adalah reaksi kimia yang sama seperti pada baterai alkaline atau baterai mobil,” kata Maldonado, dikutip dari Fox News, Kamis (29/1).
Ia menambahkan bahwa perpaduan tersebut merupakan kondisi ideal terjadinya korosi galvanik. Sayangnya, reaksi ini tidak selalu terlihat jelas saat proses memasak berlangsung. Saat mengintip oven, kamu mungkin tidak menyadari adanya lubang-lubang kecil, bintik hitam, atau lapisan seperti kapur yang mulai muncul di permukaan aluminium foil.
Masalahnya baru terlihat ketika loyang dibuka. Lapisan atas lasagna bisa berubah warna menjadi keperakan atau kehitaman, bahkan dalam beberapa kasus muncul cairan berwarna kebiruan. Dari tampilannya saja, hidangan ini jelas tidak lagi menggugah selera.
Lalu, apakah lasagna tersebut masih aman dimakan? Jawabannya bisa jadi iya, tetapi tetap berisiko. Maldonado menyebutkan bahwa dalam kebanyakan kondisi nyata, jumlah aluminium yang berpindah ke makanan sebenarnya sangat kecil, berada di kisaran mikrogram hingga miligram rendah, dan masih jauh di bawah batas toksik bagi orang dewasa yang sehat.
Inilah alasan mengapa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganggap material berbahan aluminium umumnya aman untuk penggunaan normal. Meski begitu, Maldonado mengingatkan bahwa risiko bisa lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti bayi dan pasien cuci darah.
Selain itu, ada jenis makanan tertentu yang lebih mudah menyerap aluminium akibat reaksi ini. Makanan yang bersifat sangat asam, seperti tomat, nanas, buah sitrus, cuka, dan saus berbasis anggur, serta makanan dengan kadar garam tinggi dan waktu memasak yang lama, berpotensi meningkatkan perpindahan aluminium.
Lasagna sendiri biasanya berbahan dasar saus tomat, mengandung cukup banyak garam, dan dimasak dalam waktu yang tidak sebentar. Karena itu, hidangan ini tergolong rentan menyerap lebih banyak aluminium jika dimasak dengan cara yang keliru.
Jika sebelumnya kamu pernah menggunakan aluminium foil di atas loyang stainless steel tanpa mengalami masalah, kemungkinan ada salah satu unsur reaksi kimia yang tidak terpenuhi. Untuk terjadinya korosi galvanik, dibutuhkan dua logam dengan potensi elektrokimia berbeda, adanya kontak listrik di antara keduanya, serta elektrolit yang memungkinkan perpindahan ion.
“Kebanyakan makanan mengandung air, garam terlarut, dan asam organik yang memungkinkan ion bergerak dan memicu reaksi tersebut,” jelas Maldonado.
Sebagai langkah aman, sebaiknya hindari mengombinasikan aluminium foil dengan peralatan masak berbahan logam. Kamu bisa menggunakan alternatif lain seperti kertas roti (parchment paper) atau lapisan plastik food-grade saat memasak dengan loyang stainless steel. Sementara itu, aluminium foil masih aman digunakan bersama wadah non-logam seperti kaca tempered atau keramik.



