PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengakui bahwa pasar terbesar Toyota Rush justru berasal dari luar Pulau Jawa. Karakter tersebut dinilai sejalan dengan DNA Rush sebagai LSUV yang dirancang untuk menghadapi kondisi jalan yang beragam.
Secara persentase, penyebaran Rush di wilayah non-Jawa disebut lebih dominan dibandingkan beberapa model Toyota lainnya. Hal ini mempertegas posisi Rush sebagai kendaraan yang relevan untuk kebutuhan mobilitas di daerah.
“Saya yakin, Rush itu penyebarannya pasti lebih besar secara persentase di luar Jawa dibandingkan misalnya kita bicara Zenix gitu ya,” ungkap Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto saat ditemui di kawasan Jakara Selatan, Senin (25/1).
Menurut Henry, kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya merata di sejumlah wilayah menjadi faktor penting dalam pemilihan kendaraan. Rush dinilai lebih cocok karena mampu beradaptasi dengan medan jalan yang bervariasi.
“Karena memang cocok untuk medan-medan jalanan yang sangat bervariasi,” tambahnya.
Sebagai catatan, Toyota Rush meraih angka penjualan yang positif di tahun lalu. Berdasarkan berdasarkan data Gaikindo ada sebanyak 29.805 Toyota Rush yang terjual secara wholesales.
Kesesuaian karakter tersebut membuat Toyota Rush tetap diminati meski belum mendapatkan pembaruan besar dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi fungsi, ketangguhan, dan kemudahan perawatan menjadi nilai utama di mata konsumen.
Saat disinggung mengenai kemungkinan kehadiran generasi terbaru Toyota Rush, pihak TAM belum memberikan bocoran lebih lanjut. Toyota memilih menyampaikan informasi tersebut secara bertahap.
“Kalau itu nanti lah satu-satu. Maksudnya nanti informasinya satu-satu, gitu,” tutup Henry.



