Sakinah Al Janah (15), remaja perempuan asal Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo digigit ular kobra saat membuka paket karpet yang dibelinya secara online pada Senin (26/1).
Akibat kejadian tersebut, ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis karena tangan kiri digigit ular kobra. Ular itu diduga berada di dalam paket belanja online yang diterima korban.
Kakak korban, Devia Khaerunnisa, mengatakan sampai hari ini, Jumat (30/1), korban masih harus menjalani perawatan intensif di RS Ir Soekarno Sukoharjo.
“Jadi kejadian bermula saat adik saya menerima paket berisi karpet yang dibeli secara daring. Karena ukurannya panjang, dibuka dengan cara ditarik dari atas. Dari karpetnya sendiri tidak ada apa-apa,” ujar Devia saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan sisa bungkusan plastik paket dibuang ke tempat sampah.
Namun tak lama kemudian, dari dalam plastik tersebut muncul seekor ular kobra yang langsung menggigit tangan kiri korban.
“Korban panik ular tiba-tiba muncul setelah bungkus plastik dibuang, ternyata ada seekor anak ular kobra. Secara refleks ularnya langsung menggigit tangan kiri adik saya, tepat di bawah siku,” kata dia.
Devia mengaku tidak mengetahui pasti asal ular tersebut, apakah berasal dari pihak penjual atau dari jasa ekspedisi.
“Itu saat paket diterima, kondisi plastik pembungkus diketahui sudah dalam keadaan terbuka. Bisa jadi itu ular dari penjual atau mungkin dari ekspedisi,” ucap dia.
Ia mengatakan saat proses unboxing, ular tersebut tidak terlihat. Kemudian berdasarkan informasi dari komunitas reptil, ular yang menggigit korban diduga merupakan anakan kobra, meski belum dapat dipastikan apakah jenis king kobra atau kobra Jawa.
“Kondisi dia (Sakinah) masih lemas dan harus menjalani perawatan medis intensif. Dokter menjadwalkan menjalani tindakan operasi dengan menggunakan pembiayaan umum,” paparnya.
Dia menambahkan pihak keluarga tidak menuntut apa pun kepada penjual karpet. Namun demikian, kejadian ini bisa menjadi perhatian pihak terkait, terutama jasa ekspedisi.
“Adik saya ini anak yatim. Kami tidak meminta apa-apa, hanya berharap kejadian ini bisa diperhatikan dan ditindaklanjuti pihak ekspedisi,” pungkasnya.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F10%2F24%2Ff30cd6f880d0322908fba1ba0e194df5-20251022YGA09.jpg)
