Kemendikdasmen Dorong Kemitraan Industri–LKP Siapkan SDM Berdaya Saing Global

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Bali

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara dunia industri, lembaga kursus dan pelatihan (LKP), serta dinas pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang adaptif dan mampu bersaing di tingkat global.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, LKP, dan Dinas Pendidikan yang digelar di Bali. 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memaknai tugas pendidikan secara lebih luas, tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata.

Menurutnya, amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa juga mencakup penguatan keterampilan praktis, kecakapan sosial, serta kesiapan kerja yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kecerdasan tidak bisa hanya dipahami dari sisi kognitif. Pendidikan harus mampu membentuk keterampilan praktis yang melekat pada diri peserta didik,”kata Atip dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa ekosistem pendidikan yang kolaboratif akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya. Dalam konteks tersebut, penguatan LKP menjadi salah satu fokus utama Kemendikdasmen.

Atip mengaku telah menyaksikan langsung peran nyata LKP dalam membuka peluang kerja global, salah satunya melalui pelepasan ribuan lulusan LKP yang siap bekerja di luar negeri.

“Mereka membuktikan bahwa kecerdasan praktis mampu membuka akses ke dunia kerja internasional,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wamen Atip menjelaskan bahwa LKP memiliki peran strategis dalam menampung individu dengan kecerdasan keterampilan terapan atau vokasi. Ia mencontohkan figur sukses seperti Rudy Hadisuwarno di bidang tata rambut dan Rudy Choirudin di bidang kuliner, yang menunjukkan bahwa konsistensi dalam keterampilan praktis dapat mengantarkan pada kesuksesan besar.

“LKP menghasilkan sertifikat sebagai bukti konkret kompetensi aplikatif,” tambahnya.

Selain keterampilan teknis, Atip juga menyoroti pentingnya kecerdasan sosial dan kemampuan berbahasa internasional berbasis praktik komunikasi. Ia mengutip hasil penelitian Dale Carnegie Foundation yang menunjukkan bahwa sebagian besar keberhasilan ditentukan oleh kemampuan membangun relasi dan kepercayaan.

“Keterampilan bahasa menjadi kunci penting, termasuk bagi tenaga kerja seperti caregiver, agar mampu meraih peluang global dengan penghasilan yang lebih baik,” ucapnya.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, memaparkan langkah strategis penguatan LKP melalui pelibatan aktif pemerintah daerah. Mulai tahun 2026, kewenangan perizinan dan pembinaan LKP akan didelegasikan kepada pemerintah kabupaten dan kota agar lebih responsif terhadap kebutuhan industri setempat.

Yaya menegaskan, kementerian juga berkomitmen meningkatkan mutu pengajaran melalui program beasiswa mikro-kredensial serta rekognisi pembelajaran lampau bagi instruktur yang belum memiliki gelar sarjana.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pembelajaran, yang nantinya diperkuat melalui sistem akreditasi.

“Dengan akreditasi, LKP dapat menyelenggarakan uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat secara mandiri. Ini menjadi terobosan untuk meningkatkan kepercayaan industri,” ujar Yaya.

Keberhasilan penguatan LKP tercermin dari capaian tahun 2025. Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK)berhasil menyalurkan lebih dari 89 persen peserta ke dunia kerja, sementara 90 persen lulusan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tercatat telah memulai usaha mandiri.

Melalui konsolidasi ini, Kemendikdasmen berharap kolaborasi antara industri, dinas pendidikan, dan LKP semakin solid sebagai fondasi utama dalam mencetak SDM Indonesia yang unggul secara intelektual, terampil secara praktis, serta memiliki kecerdasan sosial yang kuat untuk bersaing di pasar kerja global.

Sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan dukungan pemerintah daerah diyakini menjadi kunci agar pendidikan nonformal terus hadir sebagai solusi nyata dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan kompetitif di tingkat internasional.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DEAL! Nilai Pasar Rp7,82 Miliar, Dusan Lagator Resmi Jadi Pemain Termahal PSM Makassar
• 30 menit laluharianfajar
thumb
Gunung Semeru tiga kali erupsi dengan tinggi letusan capai 1 km
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Anjlok
• 9 jam laludisway.id
thumb
Heboh Mobil Porsche Pakai Pelat Kemhan, Ternyata Pelat Palsu
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Mulai Ada Kasus di India, Berikut Penjelasan Soal Virus Nipah dan Gejalanya
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.