jpnn.com, JAKARTA - Virus Nipah belakangan menjadi sorotan karena ditemukan dua kasus terkonfirmasi dan tiga suspek di India.
Lalu, apa itu Virus Nipah?
BACA JUGA: Kemenkes Pastikan Belum Ada Temuan Kasus Virus Nipah di Indonesia
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya ke babi.
Kelelawar adalah reservoir alami virus Nipah yang berarti virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi dapat menyebar dari mereka ke hewan lain, seperti babi.
BACA JUGA: 5 Khasiat Biji Pepaya Campur Madu, Bantu Jaga Kesehatan Ginjal
Penebangan hutan menyebabkan kelelawar kehilangan habitat mereka, sehingga mereka pindah mendekati pemukiman manusia dan peternakan.
Inilah yang memungkinkan virus Nipah berpindah dari kelelawar ke babi, dan dari babi ke manusia.
BACA JUGA: Fraud DSI Kerap Sulit Dideteksi Pengawas, Celios Ungkap Penyebabnya
Cara Penularan Virus Nipah
Dikutip dari situs web resmi Kemkes.go.id, virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus yang merupakan virus RNA.
Kelompok virus itu juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak.
Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius.
Penularan virus Nipah bisa terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi Virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.
Selain penularan dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.
Ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 sampai dengan 14 hari sebelum gejala muncul.
Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa.
Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sesak napas
- Muntah
- Kesulitan menelan
- Peradangan otak (ensefalitis)
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh Virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan.
Pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan kematian.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Mencegah penularan Virus Nipah sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat.
Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan termasuk:
- Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko. Kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber penularan utama. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan ini.
- Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan.
- Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
- Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
- Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Antisipasi Virus Nipah, BBKK Denpasar Perketat Pengawasan di Bandara Ngurah Rai
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




