Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja

merahputih.com
2 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Pejabat di di pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali melontarkan pernyataan kontroversial.

Kali ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menekankan soal pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pemerintahan Prabowo.

"Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja," ujarnya dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1).

Selain itu, ia juga mengibaratkan MBG seperti kail.

“Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," sambung Rachmat.

Baca juga:

118 Orang Siswa SMA 2 Kudus Dilarikan ke 7 Rumah Sakit Diduga Keracunan MBG

Rachmat juga merujuk pada fenomena kelaparan yang masih terjadi di pelosok Tanah Air. Oleh karena itu, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur sosial, salah satunya melalui MBG.

"Ketika saya medampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali," tuturnya.

Ia juga menegaskan, MBG merupakan program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik.

Selain membangun infrastruktur fisik, Rachmat mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur sosial juga penting dilaksanakan.

Baca juga:

KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan

"Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan," tutupnya

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto mencatat, sudah ada 58 juta penerima manfaat MBG selama setahun lebih program tersebut berjalan.

Ia pun menargetkan hingga akhir 2026, penerima manfaat MBG akan bertambah hingga total 82 juta. (knu)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rektor Unhas Berharap, Kehadiran Peraih Nobel Memberi Inspirasi Civitas untuk Berinovasi
• 22 jam lalueranasional.com
thumb
OJK dan BEI Siap Naikkan Batas Free Float Saham Jadi 15 Persen Mulai Februari 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
BPK: Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak Rp25 Triliun dan USD2,7 Miliar
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Atalia Praratya Prihatin Lihat Angka Pernikahan Turun, Mantan Ridwan Kamil Berharap Perceraiannya Tak Dijadikan Contoh
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Microsoft Rilis Chip AI Maia 200, Jadi Otak Baru Copilot
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.