Dorong Pelonggaran Syarat Pencalonan di Pilkada, PSI Ungkap Alasannya

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Makassar, VIVA – Wakil Ketua Umum PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Andy Budiman menilai tingginya syarat pencalonan menjadi salah satu pemicu utama maraknya politik uang.

Baik jalur partai politik maupun perseorangan, ketentuan minimal dukungan yang harus dipenuhi kandidat dinilai membuka ruang transaksi sejak awal kontestasi.

Baca Juga :
Kaesang Tolak 'Asal Bapak Senang', PSI: Struktur Partai Kuat Kunci Menang 2029
Kaesang soal Pilkada Lewat DPRD: Sikap PSI Satu Suara dengan Rakyat!

Andy menyebut kondisi itu melahirkan praktik jual beli kursi atau tiket pencalonan. Semakin berat syarat yang ditetapkan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan kandidat untuk maju dalam Pilkada.

Adapun hal ini dikatakan menanggapi pengakuan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkada hingga saat ini belum sepenuhnya bersih dari berbagai praktik curang. Menurut PSI, salah satu akar persoalan yang perlu dibenahi adalah mekanisme pencalonan kepala daerah.

“Akibatnya, terjadi praktik jual beli kursi atau jual beli tiket dari kandidat untuk bisa memenangkan kontestasi, dan semakin tinggi syaratnya. Artinya biaya yang akan dikeluarkan oleh kandidat akan semakin besar, dan itu akan semakin membuka potensi peluang untuk terjadinya korupsi ketika mereka terpilih dan menjabat,” katanya, Jumat, 30 Januari 2026.

PSI pun mendorong pelonggaran syarat pencalonan sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai politik uang. Dengan membuka akses pencalonan seluas mungkin, potensi transaksi politik sejak tahap awal diyakini dapat ditekan.

“Jadi, kalau misalnya, kita ingin memutus mata rantai itu, salah satunya adalah dengan mengurangi syarat-syarat pencalonan. Dibuka seluas mungkin sehingga kandidatnya akan semakin beragam," kata dia.

Lebih lanjut, Andy menilai pelonggaran syarat pencalonan tidak hanya berdampak pada berkurangnya praktik politik uang, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Setidaknya, ada tiga keuntungan yang bisa dirasakan publik.

“Pertama, pilihan masyarakatnya akan semakin banyak, kompetisinya semakin banyak, maka insya Allah kualitas kompetisinya semakin baik, dan yang akan terpilih akan baik pula," tuturnya.

Selain itu, langkah tersebut dinilai mampu menekan tingginya biaya politik yang selama ini menjadi beban besar dalam pelaksanaan Pemilu dan kampanye, termasuk kewajiban mahar politik yang kerap dibebankan kepada kandidat.

Baca Juga :
Kaesang di Depan Kader: Percayalah, PSI Akan Jadi Partai Sangat Besar!
Kaesang Pasang Target PSI Harus Menang di Sulsel pada Pemilu 2029
Lewat Pantun, Kaesang Umumkan Rusdi Masse Gabung PSI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hadapi Gejolak Ekonomi, ORI029 Jadi Pilihan Investasi Bijak
• 5 menit lalumedcom.id
thumb
Hector Souto Belum Pikirkan Perempat Final Piala Asia Futsal 2026 Meski Timnas Indonesia Lolos
• 45 menit lalukompas.tv
thumb
Ratusan Tenaga Pendidik di Bangli Pensiun pada 2026
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Sebut Syuting Film Lisa BLACKPINK Sudah Berizin, Ada di Delapan Lokasi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
HP China Tak Laku di Kandang Sendiri, Warga Kompak Beralih ke iPhone
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.