Pesawat Latih TNI AL, G36 Bonanza dengan nomor penerbangan T-2507, mengalami kecelakaan di area Landasan Pacu (Runway) Bandara Internasional Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Insiden terjadi pada Jumat (30/1) pukul 02.53 UTC atau 09.53 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima kumparan, pesawat tersebut sedang latihan Touch-and-Go (T/G), yaitu latihan di mana pesawat mendarat dan langsung terbang kembali tanpa berhenti total. Pesawat sudah melakukan ini sebanyak 4 kali.
Kemudian, pilot melaporkan akan melakukan simulasi darurat (emergency exercise) dan pendekatan pendek (short approach), lalu terjadi kecelakaan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengkonfirmasi telah terjadi insiden pesawat latih tersebut.
Sebagai langkah keselamatan dan keamanan penerbangan, menurut Tohir, Runway Bandara Internasional Juanda sempat ditutup selama kurang-lebih 1 jam untuk proses evakuasi pesawat serta inspeksi menyeluruh pada Runway.
"Guna memastikan tidak terdapat Foreign Object Debris (FOD) maupun potensi risiko lain yang dapat mengganggu operasional penerbangan," ujar Tohir melalui rilis yang diterima kumparan pada Jumat (30/1).
9 Penerbangan Lain Divert"Dampak dari penutupan sementara tersebut, terdapat 9 penerbangan yang melakukan pengalihan (divert) ke bandara lain," ujar Tohir.
Bandara Internasional Juanda, menurut Tohir, telah berkoordinasi secara intensif dengan maskapai terkait guna memastikan penanganan penumpang dan operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik.
Runway Sudah Dibuka Kembali"Setelah seluruh proses evakuasi dan pemeriksaan selesai dilakukan dan dinyatakan aman, Runway saat ini telah dibuka kembali dan operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda kembali berjalan normal," kata Tohir.
Tohir menyatakan Bandara Internasional Juanda terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait serta memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa bandara dan pihak terkait atas ketidaknyamanan yang terjadi, serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh pihak," tutup Tohir.





