VIVA – Kiper Timnas Indonesia dikabarkan segera merapat ke klub Eredivisie, Ajax Amsterdam, setelah empat musim berkarier di Major League Soccer bersama FC Dallas.
Sejumlah media asing menilai transfer ini bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari perhitungan struktural Ajax dalam membangun kedalaman skuad.
Media Belanda, Voetbalprimeur, mengungkap bahwa Ajax telah mencapai kesepakatan permanen dengan FC Dallas. Informasi tersebut diperkuat oleh jurnalis Italia Fabrizio Romano, yang menyebut proses transfer Paes akan segera dirampungkan, termasuk tahapan tes medis dan penandatanganan kontrak.
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
“Ajax setuju untuk merekrut Maarten Paes dari FC Dallas di MLS, kepindahan permanen,” tulis Fabrizio Romano melalui akun X. Fabrizio menyampaikan, Paes akan dikontrak hingga 2029.
Ajax disebut-sebut mengeluarkan dana sekitar 1 juta euro atau setara Rp20 miliar untuk mendatangkan kiper berusia 27 tahun tersebut.
“Ajax melihat kiper berusia 27 tahun itu sebagai cadangan ideal, yang membawa lebih dari sekadar keandalan,” tulis Voetbalprimeur.
Penilaian itu tidak terlepas dari etos kerja Paes selama berkarier di MLS. Ajax menilai ia memiliki kebiasaan latihan yang konsisten serta kemampuan mendorong standar performa rekan setim, kualitas yang dianggap krusial di tengah komposisi skuad yang diisi banyak pemain muda.
“Ia dianggap sebagai sosok yang sangat rajin berlatih, seseorang yang memberikan yang terbaik di setiap sesi dan dengan demikian meningkatkan level rekan setimnya,” lanjut laporan media itu.
Profil semacam ini dinilai penting dalam struktur penjaga gawang Ajax, di mana proses pembinaan dan kompetisi internal menjadi bagian dari filosofi klub.
Meski direkrut secara permanen, Paes tidak langsung diproyeksikan sebagai penjaga gawang utama. Ajax saat ini masih memiliki Vitezslav Jaros, kiper pinjaman dari Liverpool, serta Remko Pasveer yang berstatus sebagai kiper senior Timnas Belanda.
“Maarten Paes tidak dijanjikan posisi starter di Amsterdam, tetapi ia diberi peran yang jelas,” tulis media itu.
Faktor lain yang memperlancar transfer ini adalah keterkaitan personal Paes dengan jajaran manajemen Ajax. Direktur teknik Jordi Cruyff disebut mengenal Paes dengan baik, baik dari sisi teknis maupun karakter, jauh sebelum wacana transfer mencuat.




