EtIndonesia. Pada Rabu (28 Januari), sebuah pesawat penumpang yang membawa 15 orang dan dijadwalkan terbang menuju kota Ocaña, mengalami kecelakaan udara di wilayah timur laut Kolombia. Maskapai milik negara Satena menyatakan bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal dunia, termasuk seorang anggota parlemen yang masih aktif.
Satena menjelaskan bahwa pesawat Beechcraft 1900 bermesin dua baling-baling, lepas landas sebelum tengah hari waktu setempat dari Cúcuta, kota yang berada dekat perbatasan Venezuela. Pesawat tersebut dijadwalkan menempuh penerbangan singkat sekitar 23 menit menuju Ocaña, namun nahas mengalami kecelakaan di tengah perjalanan.
Di dalam pesawat terdapat 13 penumpang dan 2 awak. Berdasarkan daftar penumpang yang dirilis maskapai, anggota parlemen Diogenes Quintero beserta timnya berada di dalam pesawat, demikian pula Carlos Salcedo, kandidat yang dijadwalkan maju dalam pemilihan legislatif pada Maret mendatang.
Seorang pejabat otoritas penerbangan sipil menyatakan, “Tidak ada yang selamat.”
Rekaman video yang dirilis media lokal memperlihatkan pesawat mengalami kerusakan parah, dengan badan pesawat terbelah jelas.
Satena belum mengungkapkan penyebab kecelakaan dan hanya menyebutkan bahwa suar darurat pesawat tidak sempat aktif. Pemerintah Kolombia telah mengerahkan angkatan udara untuk membantu penanganan di lokasi kejadian.
Lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah pegunungan, yang secara luas ditanami daun koka, bahan baku pembuatan kokain. Daerah ini juga dikenal sebagai basis aktivitas kelompok bersenjata ilegal, seperti Tentara Pembebasan Nasional (ELN) serta sisa-sisa kelompok pemberontak FARC. (Hui)




