Ketika Anna Kenang Sosok Ahok Saat Banjir Merendam Rumahnya di Jaksel

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Air perlahan merayap masuk ke rumah-rumah di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Di tengah derasnya arus, seorang lansia bernama Anna (55) hanya bisa menatap pilu barang-barang kesayangannya yang terendam banjir.

Dari semuanya, yang sempat ia selamatkan hanyalah sebuah piring, satu kompor, bantal, dan karpet sederhana.

"Rumah kosong, yang bisa diselamatkan piring paling satu, kompor satu, dan bantal, karpet," kata Anna, dikutip dari Antara.

Baca juga: Warga Pejaten Timur Keluhkan Tak Ada Tempat Pengungsian Korban Banjir

Bagi Anna, banjir bukanlah hal baru. Wilayah tempatnya tinggal kerap dilanda genangan air.

Namun, ia tak pernah terlalu mengkhawatirkan harta benda. Yang terpenting baginya adalah nyawa, terutama cucunya yang baru berusia dua minggu.

Barang-barang yang ia bawa seadanya. Namun, keselamatan keluarga adalah segalanya.

Kini, mereka mengungsi di teras salah satu ruko setempat, menatap sisa-sisa rumah yang terendam.

KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mencapai 2 meter pada Jumat (30/1/2026) pagi dan terus surut.

"Nyelamatin diri aja. Pokoknya dirinya sendiri sama anak-anak, udah pada keluar, udah," ujarnya dengan suara bergetar namun tegar.

Anna mengenang, semasa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), wilayah itu pernah dikeruk satu kali.

Sayangnya, usaha itu tak cukup untuk menahan derasnya banjir yang datang berulang.

"Dikeruk kalinya zaman Ahok, enggak ngaruh dikeruk sekali, jadi tetap banjir," ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir di RT 05/RW 08 mencapai 260 sentimeter pada Jumat pagi, setelah sebelumnya sempat menyentuh 320 cm pada pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Terapis yang Tewas di Pejaten Pakai Identitas Kakaknya untuk Melamar Kerja

Selain Pejaten Timur, banjir juga melanda sejumlah wilayah lain di Jakarta Selatan.

BPBD mencatat delapan RT terdampak, termasuk Tanjung Barat, Pengadegan, Rawajati, dan Kebon Baru, dengan ketinggian air antara 30 hingga 350 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di tengah bencana, Anna tetap menegaskan, harta benda hanyalah benda mati.

Yang terpenting baginya adalah keluarga—dan hidup yang harus terus dijalani meski air telah menenggelamkan segalanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Transformasi Digital Pertanian Petani Desa Ngadirejo Tuban Dilatih Gunakan Drone
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ada Tiga Perangkat AIoT Xiaomi Terbaru, dari TV Sampai Kamera
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Berpeluang Bangkit, Investor Siap-Siap Borong Saham
• 11 jam laludisway.id
thumb
Upaya Selamatkan IHSG, Prabowo Naikkan Limit Investasi Dapen dan Asuransi
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Emiten Tak Penuhi Free Float 15% Bakal Terancam Delisting dari Bursa
• 20 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.