Pramono Setop Sementara RDF Rorotan Setelah Warga Keluhkan Bau Busuk

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan dihentikan sementara setelah warga masih mengeluhkan bau yang diduga dari pengolahan sampah.

"Untuk sementara ini saya minta untuk di-stop," ujar Pramono saat ditemui di Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026).

Pramono mengatakan masalah utama RDF Rorotan ada pada transportasi sampah.

Air lindi yang menetes dari truk pengangkut sampah menyebabkan bau yang dikeluhkan warga.

Baca juga: Pramono Ungkap Penyebab Bau Busuk dari RDF Rorotan

"Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan," ujarnya.

RDF Rorotan sendiri telah beberapa kali menjalani proses commissioning dengan kapasitas ratusan ton per hari dan relatif tidak menimbulkan masalah.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI telah membeli armada pengangkut sampah baru pada 2025 dan tidak lagi mengizinkan armada lama digunakan.

"Kami di tahun 2025 kemarin membeli alat transportasi untuk mengangkut sampah yang baru. Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan," jelasnya.

Warga kembali menyampaikan keluhan terkait dampak bau dari RDF.

Menanggapi hal itu, Pramono menegaskan Pemprov bisa bertanggung jawab jika ada biaya akibat kondisi tersebut.

Baca juga: Bau RDF Rorotan dan Air Mata Warga Cilincing di Hadapan Pramono

"Kalau ada biaya itu sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta bisa bertanggung jawab," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga di sekitar RDF Rorotan memblokade truk pengangkut sampah pada Senin (26/1/2026) malam.

Wahyu Andre, warga Klaster Shinano JGC, mengatakan aksi itu dilakukan karena bau busuk mulai sering tercium dalam seminggu terakhir.

"Sejumlah warga JGC, Metland, Karang Tengah dan Harapan Indah memblokade truk RDF yang beraktivitas karena memang sejak seminggu terakhir ini mulai sering tercium bau busuk," kata Wahyu.

Vincent, warga lainnya, menambahkan, warga terganggu oleh bau yang diduga berasal dari operasional RDF Rorotan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Warga Nangis Minta RDF Ditutup karena Bau Busuk, Pramono: Biayanya Tinggi, Enggak Mungkin

"Kami datang ke RDF karena merasa terganggu dengan bau terus menerus beberapa hari ini. Kami memarkirkan kendaraan di depan RDF di ujung luar sisi jalan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Rapat Bareng Menteri PKP, Bahas Groundbreaking 141.000 Rumah Subsidi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal UpScrolled, Medsos Buatan Teknolog Palestina yang Lagi Viral
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Eksodus WNI dari Sindikat Penipuan Kamboja Belum Reda, 2.752 Orang Mengadu ke KBRI Phnom Penh
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketika Pendidikan Tak Lagi Berbicara tentang Kehidupan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Intai Jakarta Hari Ini
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.