Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kelompok Hamas akan menyerahkan persenjataan mereka, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza. Sejauh ini, Hamas sendiri belum mengonfirmasi apakah akan melucuti persenjataan para petempur mereka.
Namun, jika Hamas bersedia melakukannya, hal itu akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam gencatan senjata yang rapuh dengan Israel.
Pernyataan terbaru Trump soal perlucutan senjata Hamas tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat (30/1/2026), disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (29/1) waktu setempat.
"Banyak orang mengatakan mereka (Hamas-red) tidak akan pernah melucuti senjata. Tampaknya mereka akan melucuti senjata," kata Trump dalam rapat kabinet.
Trump memuji kerja sama dengan Hamas, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh AS, telah pasukan Israel membawa kembali jenazah Ran Gvilli, sandera terakhir yang ditahan di Jalur Gaza.
"Mereka memang membantu kita dengan jenazah-jenazah itu, membawanya kembali, dan keluarga (sandera) itu sangat berterima kasih," ucapnya.
Dalam rapat kabinet itu, Trump meminta laporan perkembangan situasi di Timur Tengah dari utusan khususnya, Steve Witkoff, yang duduk di sisi ruangan rapat, dengan para anggota kabinet dan awak media mendengarkan.
(nvc/ita)





