Irfan Hakim Dituding Bela Denada, sang Presenter Pertanyakan Iktikad Ressa yang Baru Muncul saat Dewasa

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Irfan Hakim dituding bela Denada terkait kasus dugaan penelantaran anak. Ia mempertanyakan iktikad Resa yang baru muncul saat dewasa.

Polemik Denada dan Ressa semakin menyita perhatian publik. Terlebih saat aksi sang penyanyi menangis di sebuah program televisi.

Warganet juga menyeret nama Irfan Hakim. Pernyataannya dalam sebuah program televisi justru memantik perdebatan di media sosial. Sebab, Irfan dianggap telah membela Denada di tengah pengakuan seorang pemuda Ressa Rizky Rosano.

Ressa sendiri merupakan pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur yang mengaku sebagai anak kandung dari Denada. Klaim ini langsung menyedot perhatian publik.

Selama ini publik mengetahui Denada hanya memiliki satu orang anak perempuan. Namun kini muncul Ressa yang mengaku sebagai anak yang telah ditelantarkan.

Ressa mengaku bahwa dirinya telah mendengar desas-desus dari lingkungan keluarga yang mengasuhnya di Banyuwangi. Bahkan sejak duduk di sekolah menengah pertama (SMP), isu itu telah beredar.

Kegelisahannya membuat Ressa mencari tahu asal-usulnya. Setelah yakin, ia kemudian menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak.

Irfan Hakim Dituding Bela Denada

Dalam sebuah program televisi, Irfan Hakim menjadi salah satu yang disorot saat berdebat dengan Hotman Paris. Ia mempertanyakan waktu pengungkapan klaim Ressa yang dinilai baru muncul saat sudah dewasa.

“Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah, ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? Kenapa baru sekarang?” tanya Irfan Hakim, dikutip dari Tribun Seleb.

Mendengar hal itu, Hotman Paris lantas mengurai kemungkinan yang melatarbelakangi langkah Ressa. Menurut sang pengacara, bisa saja keberanian Ressa baru muncul saat ia dewasa.

 

“Ya mungkin dia baru ada keberanian. Dia kan bukan ahli hukum. Saya dengar dia cuma kerja di warung kopi gaji Rp3 juta sebulan di Banyuwangi, ya mungkin dia baru ada yang menyarankan, itu boleh-boleh aja, tidak ada kadaluarsa istilahnya, belum,” jelas Hotman.

“Dugaan bahwa seorang anak menggugat ibu kandungnya karena tidak kasih nafkah. Sebenarnya dia bisa menempuh dua jalur, perdata tapi bisa juga secara pidana loh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irfan kemudian melontarkan pertanyaan lanjutan terkait pihak yang seharusnya bertanggung jawab kepada Ressa jika memang benar anak denada. Ia lantas menyinggung peran ayah biologis dalam bertanggung jawab terhadap anak.

"Mengenai Denada itu, banyak yang ngomong kok nuntutnya ke ibunya, kan yang tanggung jawab atas kehidupan anak tuh sebenernya bapak," cecar Irfan.

“Saya enggak tahu apakah dia anak luar nikah atau anak sah atau dalam perkawinan. Kalau itu anak dalam perkawinan ya harusnya gugat dua-duanya. Tapi kalau memang dia anak ibunya tanpa perkawinan yang sah, maka hanya punya hubungan hukum dengan ibunya, jadi hanya bisa gugat ibunya,” ungkap Hotman.

Atas hal itu, Irfan Hakim dituding bela Denada terkait kasus dugaan penelantaran anak. Ia tak hanya mempertanyakan iktikad Ressa yang baru muncul saat dewasa, namun juga menyinggung soal peran ayah biologis yang seharusnya lebih bertanggung jawab.

Kendati demikian, belum lama ini kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal membeberkan jika kliennya selalu menganggap Ressa anak kandungnya. Namun pihaknya membantah adanya penelantaran anak.

"Pertama, Denada itu tidak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak. Garis bawahi itu."

"Mbak Denada itu tidak pernah tidak mengaku," tambahnya, dikutip dari Kompas.com. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saudia Tawarkan Diskon hingga 50 Persen ke Sejumlah Destinasi Internasional
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana pada Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah
• 15 menit lalubisnis.com
thumb
Konsumen Online Makin Cermat, Reputasi Brand Jadi Kunci
• 6 jam laluherstory.co.id
thumb
Underpass Citayam Segera Dibangun, Rp 80 Miliar Disiapkan untuk Pembebasan Lahan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kajari Batu Partisipasi Southeast Asia Cryptocurrency Working Group Meeting di Yogyakarta 
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.