Grid.ID - Denada akhirnya mengakui Ressa Rizky sebagai anak kandungnya. Sang penyanyi kini bantah sudah telantarkan darah dagingnya sejak kecil.
Penyanyi Denada belakangan jadi sorotan karena diisukan tak mengakui dan menelantarkan putranya, Ressa selama 24 tahun. Isu tersebut merebak setelah Ressa mengurai cerita pilu yakni diabaikan Denada selama puluhan tahun.
Baru-baru ini, Denada akhirnya akui Ressa Rizky sebagai anak kandungnya. Sang penyanyi kini membantah sudah telantarkan darah dagingnya sejak kecil.
Diketahui, penyanyi ternama tersebut belakangan kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul isu bahwa ia tidak mengakui dan menelantarkan putranya, Ressa, selama 24 tahun. Isu itu mencuat setelah Ressa mengungkap kisah pilunya, yang mengaku diabaikan Denada selama puluhan tahun.
Karena itu, ketika usianya telah dewasa, Ressa memberanikan diri datang ke Jakarta untuk menuntut pengakuan dari Denada. Selama ini, Ressa diketahui diasuh oleh tante Denada yang tinggal di Banyuwangi, yakni Mama Ratih.
Menurut pengakuan Mama Ratih, Denada tidak pernah memberikan biaya sedikit pun untuk Ressa sejak bayi hingga saat ini. Atas dasar tersebut, Ressa kemudian menggugat Denada dengan tuduhan dugaan penelantaran anak.
Pengakuan soal anak kandung
Perkara yang diajukan Ressa kini telah bergulir hingga ke pengadilan. Pengacara Denada, Muhammad Iqbal, baru-baru ini membeberkan fakta versi pihak Denada terkait tudingan penelantaran anak tersebut.
Menurut Iqbal, Denada sejatinya tidak pernah mengingkari status Ressa sebagai anaknya. Sebagai bukti, Iqbal menyebut selama ini Denada tetap memberikan pembiayaan untuk Ressa.
Bahkan, berdasarkan pengakuan Denada, ia telah memfasilitasi pendidikan Ressa hingga lulus SMA.
"Masalah anak ini, mba Denada ini bukan sekadar diakui atau tidak. Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun kok tiba-tiba ada gugatan ini kan juga aneh," ujar Iqbal, dilansir dari tayangan youtube Reyben Entertainment.
Atas fakta tersebut, Iqbal mengaku heran karena Ressa justru ramai berbicara di podcast. Padahal, kata Iqbal, selama ini Denada selalu mengakui Ressa sebagai anak kandungnya.
Akibat kemunculan Ressa di berbagai podcast, proses mediasi perkara di pengadilan justru mengalami kebuntuan. Hal itu terjadi karena pihak Denada merasa kecewa dengan sikap Ressa.
"Kok penggugat ini malah membuat gaduh, podcast ke mana-mana, ngomong gini gini ya tidak sesuai fakta lah. Akhirnya gini mediasi juga gagal," imbuh Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal mengungkap fakta terkait tudingan Ressa yang menyebut Denada tidak pernah membiayainya sama sekali. Menurut Iqbal, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebab, dalam podcast, Ressa mengaku hanya menginginkan pengakuan sebagai anak. Namun pada kenyataannya, Ressa justru mengajukan gugatan senilai Rp7 miliar terhadap Denada.
"Katanya tidak dibiayai, ya semua lah, itu yang membuat mediasi gagal. Poin kedua, penggugat ini apa yang diminta tidak sesuai dengan apa yang diomongkan di podcast, hanya minta pengakuan? itu ndak," ucap Iqbal.
"Bisa saya buktikan, dalam gugatan itu dimintakan beberapa kan, pengakuan, masalah 7m, di resume mediasi itu penggugat tetap minta 7m. Kan di podcast ngomong hanya minta pengakuan saja sebagai anak. Saya pikir kayak drama 7 m lama-lama," sambungnya.
Terkait alasan Denada memilih diam hingga saat ini, Iqbal menjelaskan secara terbuka. Menurutnya, Denada ingin agar perkara dengan putranya berjalan secara baik dan tertib di jalur hukum tanpa kegaduhan publik.
"Saat masa-masa kemarin ini kan mediasi, harusnya kita tenang, supaya nanti kita berpikir introspeksi diri juga. Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos, seharusnya jangan. Makanya pihak mba Denada enggak keluar statement apapun masa mediasi. Namun penggugat yang buat gaduh," ungkap Iqbal. (*)
Artikel Asli



