Hujan Deras dalam 24 Jam Picu Banjir di Cirebon, Bekasi, Jakarta

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, hujan dengan intensitas sangat deras dalam 24 jam terakhir menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cirebon dan Kota Bekasi.

"Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Jumat (30/1/2026).

Pusdalops BNPB mengonfirmasi bahwa data yang diterima ada 312 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 20 sentimeter-70 sentimeter.

Sebanyak 1.273 orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa banjir tersebut.

Baca juga: TNI AD Resmi Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Jualan Pakai Spons

Dalam periode yang sama, hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di wilayah Kota Bekasi.

BNPB mencatat, sedikitnya ada delapan kecamatan yang terendam banjir lebih dari 80 sentimeter seperti di Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.

Sementara di Jakarta, lebih dari 446 KK menjadi korban banjir hingga setinggi 150 sentimeter yang diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.

Ia memastikan, tim petugas gabungan di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta, sudah berada di lokasi bencana membantu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.

"Untuk Kota Bekasi ada sebanyak 80 orang yang mengungsi, memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung. Selebihnya dalam proses pendataan," kata Abdul Muhari.

Baca juga: Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jualan Pakai Spons Resmi Ditahan

Rentetan peristiwa tersebut selaras dengan laporan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku aktif setidaknya hingga dua hari ke depan atau Minggu (1/2/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang.

Pihaknya secara khusus meminta pemerintah daerah (pemda) agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MK Kabulkan Gugatan UU Kesehatan, Perintahkan Wadah Tunggal Organisasi Profesi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala Bappenas: MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Kerja!
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
60 Terdakwa Kerusuhan di Jakut Divonis 6 Bulan, Keluarga: Lega tapi Tetap Kecewa
• 23 jam lalukompas.com
thumb
The Fed Tahan Suku Bunga 3,75%, Bagaimana Arah Bitcoin?
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Merokok Dekat Anak Sangat Berbahaya, Ini Resikonya
• 9 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.